Deretan Jajanan Unik Khas Yogyakarta, Kipo hingga Jadah Manten

Chotimah, Jurnalis · Senin 16 November 2020 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 301 2310515 deretan-jajanan-unik-khas-yogyakarta-kipo-hingga-jadah-manten-lOlue2kNGl.jpg Yangko (Instagram @bakpiakenana)

MENYAMBANGI Yogyakarta kurang lengkap jika tanpa mencicipi jajanan tradisionalnya. Selain terkenal dengan budaya, tradisi serta ragam destinasi wisata, Yogya juga terkenal dengan kuliner khasnya yang unik.

Kuliner khas ini sangat mudah ditemukan mulai dari restoran-restoran sampai warung-warung atau gerobak di kaki lima. Rasanya beragam.

Melansir dari Instagram @liburan.dijogja, Senin (16/11/2020), berikut 5 jajanan dengan tampilan dan nama yang unik khas Yogyakarta.

1. Kipo

Kipo berbahan dasar adonan tepung ketan yang dibentuk pipih serta diisi enten-enten atau parutan kelapa, lalu dimasak bersama gula jawa. Makanan ini khas dengan warna hijau dan cokelat di tengah hasil perpaduan gula merah serta kelapa.

Baca juga: 4 Objek Wisata Alam di Kulon Progo, Canting Mas hingga Pulepayung

Warna hijau didapat secara alami dari daun suji yang dicampur ke dalam adonan tepung ketan. Kipo rasanya gurih dan legit.

"Unik, karena ukurannya hanya sejari dan warnanya menarik . Serta rasanya manis sedikit gurih, " kata Hanifah, salah satu warga Yogyakarta.

ilustrasi

Kipo (Instagram @jogjaku)

Ciri khas pada kipo yakni aroma daun pandan yang harum, makanan khas ini hanya bertahan selama satu malam karena menggunakan bahan-bahan yang alami. Kuliner ini bisa didapat di antaranya di Pasar Tiban Masjid Jogokariyan, Pasar Legi, Kota Gede.

2. Yangko

Yangko berbahan dasar adonan tepung ketan yang dibentuk kotak warna-warni. Bagian luarnya dibalur tepung ketan sangrai. Kuliner ini dulunya menjadi hidangan para raja atau priyai.

Baca juga: 5 Oleh-Oleh yang Wajib Dibawa Pulang saat Berkunjung ke Sumba

Nama yangko sendiri berasal dari kata kiyangko, namun dalam pelafalan lidah orang Jawa, diucapkan secara singkat yakni yangko. Yangko merupakan makanan khas Kotagede yang memiliki tekstur lembut dan kenyal.

"Rasanya manis banget serta tekstur pada yangko sangat kenyal seperti dodol, " ucap Ami, salah satu warga Yogyakarta.

Rasanya manis, serta salah satu daya tariknya adalah taburan tepung ketan sangrai yang khas melekat. Yangko termasuk makanan yang cukup awet sehingga bisa dikonsumsi beberapa waktu.

3. Legomoro

Legomoro yang memiliki makna yaitu hati lega, karena sudah datang ke rumah mempelai wanita dengan rasa ikhlas dan yang menerima pun ikut ikhlas.

Makanan khas ini serupa lemper. Terbuat dari ketan dengan isian daging ayam yang dibungkus daun pisang. Rasanya gurih beraroma khas daun pisang. Yang menjadi pembedanya adalah cara membukusnya, biasanya lemper dibungkus dengan daun pisang dan lidi di sisi kanan serta kiri sedangkan legomoro dibungkus daun pisang serta talinya dari bambu.

Biasanya tali yang digunakan untuk mengikat legomoro berjumlah dua hingga tiga ikat. Jika penasaran, Anda bisa menjumpai legomoro di Kotagede karena sudah banyak yang menjajakan makanan khas tersebut.

4. Jadah Manten

Kue tradisional Yogyakarta satu ini sering disajikan pada saat acara pernikahan atau bisa disebut seserahan pengantin pria kepada pengantin wanita, karena camilan ini mengandung filosofi agar sepasang pengantin lengket seperti jadah yang memang sudah menempel di tangan. Jadah manten yang terbuat dari ketan, santan serta diisi dengan daging ayam atau sapi.

Cita rasa yang disuguhkan pun sangat gurih, perpaduan antara santan serta isian daging di dalamnya. Uniknya, makanan khas ini dibungkus dengan telur dadar yang kemudian dicapit oleh tali bambu. Selain itu, makanan khas ini biasanya berbentuk balok dengan ukuran tertentu.

ilustrasi

Jadah manten (andikawan.blogspot.com)

5. Kue Kembang Waru

Kembang waru ini bukan bunga yang seperti kita banyangkan. Namun, kembang waru adalah kue tradisional khas Kotagede, Yogyakarta. Bentuknya mirip dengan bunga pohon waru, memiliki delapan kelopak serta terdapat makna yaitu menandakan seperti nasihat para pendahulu tentang delapan jalan utama atau Hastro Broto.

Konon kue kembang waru ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram serta dijadikan makanan mewah karena berbahan dasar tepung terigu dan telur ayam. Rasanya yang manis serta renyah ini hampir mirip dengan bolu kering. Anda bisa menjumpai makanan khas ini di sekitar wilayah Kotagede.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini