Menhub: Renovasi Bandara Komodo Rampung Februari 2021

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 16 November 2020 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 406 2310143 menhub-renovasi-bandara-komodo-rampung-februari-2021-Kdia7PILhH.JPG Menhub, Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com/Taufik Fajar)

MENTERI Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memastikan renovasi Bandara Udara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan rampung pada Februari 2021 mendatang.

Sejak dinobatkan sebagai destinasi super premium dan jadi tuan rumah KTT G20, pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait langsung menggenjot pembangunan infrastruktur dan sarana prasana di Labuan Bajo.

Termasuk mengubah desain interior dan memperpanjang runaway Bandara Udara Komodo, guna menambah rasa nyaman bagi wisatawan.

Terlebih setelah diterapkannya simulasi protokol 3K (Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada 12 November lalu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun dilaporkan turut berkontribusi dalam menyediakan infrastruktur penunjang demi meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berlibur ke Labuan Bajo.

Baca juga: Labuan Bajo Dibangun, Desa Wisata Wae Rebo Dipromosikan

"Dengan adanya simulasi protokol 3K ini, kepercayaan wisatawan juga bertambah untuk mengunjungi tempat ini. Saya mengapresiasi acara ini, dan Kemenhub sepenuhnya akan mendukung. Kami akan selesaikan bandara pada Februari 2021. Interiornya kami ubah, runway-nya juga bertambah menjadi paling tidak 2.600," ujar Menhub Budi Karya, di Hotel Inaya Baya, Labuan Bajo, NTT, belum lama ini.

Selain itu, Kemenhub juga dilaporkan tengah menggarap sebuah pelabuhan baru yang nantinya akan difokuskan hanya untuk suplai logistik saja. Sehingga, pelabuhan lain seperti Pelabuhan Labuan Bajo dan Inaya Bay bisa fokus dalam melayani wisatawan.

"Pelabuhan di sini (Inaya Bay) dapat digunakan untuk pariwisata. Di sini nantinya akan ada cruise, akan ada yacht, dan di hotel inilah kita jadikan satu titik pusat Labuan Bajo, menjadi suatu kekuatan baru. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Menparekraf, Wishnutama karena telah menggelar acara ini. Acungan jempol untuk Pak Tama," kata dia.

Sementara itu, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina menjelaskan bahwa progres pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasana (sarpras) di Labuan Bajo telah mencapai 80 persen. Secara keseluruhan, proses pembangunan ditargetkan akan rampung pada tahun 2021 mendatang.

Kendati demikian, Shana juga tidak menampik bahwa kualitas produk wisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo juga masih harus ditingkatkan.

Maka dari itu, pihaknya kini tengah gencar melakukan pembinaan kepada para pelaku industri kreatif di Labuan Bajo.

Ke depannya para perlaku ekraf di Labuan Bajo diharapkan dapat menciptakan produk-produk pariwisata berkualitas. Baik dalam konteks ekonomi kreatif, seni pertunjukkan, musik, seni rupa, hingga penerbitan karya-karya literasi.

Pembinaannya sendiri dilakukan dengan mendatangkan mentor-mentor ekraf terbaik di Indonesia. Mereka akan memberikan pelatihan kepada komunitas krearif di Labuan Bajo. Pembinaan akan dulakukan selama 14 hari berturut-turut.

"Setelah kami lihat-lihat, Labuan Bajo ini alamnya sudah cantik, infrastruktur dasarnya sudah ditata kelas dunia, sekarang tinggal bagaimana masyarakat lokal dapat turut berkontribusi mengisi dengan atraksi dan aktivitas yang bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan, dan menambah experience di Labuan Bajo menjadi lebih lengkap," ujar Shana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini