62 Tempat Bersejarah di Aceh Jadi Situs Cagar Budaya, Ini Nama-namanya

Antara, Jurnalis · Senin 16 November 2020 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 406 2310485 62-tempat-bersejarah-di-aceh-jadi-situs-cagar-budaya-ini-nama-namanya-C0bFRwpI4R.jpg Makam Teungku di Kandang di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh (Okezone.com/Salman Mardira)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menetapkan sebanyak 62 tempat bersejarah di Provinsi Aceh sebagai situs cagar budaya yang harus dilestarikan.

"Sekitar 62 lokasi bersejarah yang sudah ditetapkan situs cagar budaya," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh Nurmatias, di Banda Aceh, Senin (16/11/2020).

Nurmatias mengatakan, 62 tempat bersejarah itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Aceh, dan sejauh ini masih ada beberapa lokasi lain yang belum ditetapkan.

Baca juga: Makam Sultan Iskandar Muda, Objek Wisata Religi Penuh Sejarah Kegemilangan Aceh 

Berdasarkan data BPCB Aceh, berikut tempat bersejarah di Aceh yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya:

Untuk wilayah Kota Banda Aceh ada kompleks makam kandang Meuh, makam raja-raja dinasti Bugis, makam kandang XII, makam Raja Jalil, makam Poteumeureuhom, makam Syiah Kuala, makam Teungku Di Blang Oi.

Kemudian di Kabupaten Aceh Besar ada kompleks makam Meurah I, Meurah II, dan Meurah III, makam Raja-raja Darul Kamal, makam Maharajalela, kompleks masjid Bung Sidom, bangunan masjid dan benteng Indrapuri, Masjid Teungku Fakinah, Benteng Indrapatra, Benteng Inong Bale, Benteng Iskandar Muda, Benteng Kuta Lubok serta Benteng Gunung Biram.

 

Di Kota Sabang ada kompleks bangunan Benteng Batterei A, makam Muhammad Daud Syah, dan Benteng Anoe Itam.

Baca juga: Sultan Aceh Muhammad Daud Syah, Pahlawan Terlupakan

Di Kabupaten Pidie, ada kompleks makam Putro Balee, makam Sultan Ma’ruf Syah, makam Awe Geutah, bangunan masjid Poteumereuhom, makam Putri Sani, makam Daeng Mansyur, dan Masjid Teugku Daud Beureueh.

Di Kabupaten Pidie Jaya, terdapat bangunan Masjid Madinah, dan Masjid Teungku Pucok Krueng.

Di Kabupaten Bireuen hanya dua lokasi yakni Makam Tun Srilanang, dan Masjid Tuha Bugeng.

Di Kabupaten Aceh Tengah ada situs Loyang Ujung Karang, bangunan masjid Tua Kebayakan, Masjid Baiturrahim, rumah adat Toweren, dan Loyang Mendale.

Di Kabupaten Aceh Utara ada situs Cot Tgk Sidi Abdullah, makam Malikussaleh/Malikudhahir, makam Sultanah Nahrisyah, makam Sultanah Nahrisyah, makam Sidi Abdullah, makam Perdana Menteri Muhammad Yakob, makam Batee Balee, rumah Cut Meutia, makam Tajul Muluk, makam Raja Muhammad, makam raja Kanayan, makam Naina Hisamuddin, dan makam Said Syarif.

Selanjutnya di Kabupaten Aceh Timur ada makam Tuengku Chik Peureulak, masjid Kuta Tualang, dan makam Sultan Ahmad Syah.

Di Kabupaten Aceh Tamiang hanya satu tempat bersejarah yang sudah ditetapkan yakni situs Bukit Kerang di Desa masjid sungai Iyu, Kecamatan Bendahara.

Di Kabupaten Aceh Jaya juga satu lokasi yaitu komplek makam Meureuhom Daya, di Desa Glenjong, Kecamatan Jaya.

Di Kabupaten Aceh Barat ada masjid Gunung Klieng, dan masjid Mugo di Desa Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu.

Di Kabupaten Nagan Raya terdapat masjid Teungku Di Kila, Desa Kila, KecKecamatan Senagan Timur.

Terakhir di Kabupaten Aceh Selatan yaitu situs komplek makam raja-raja Trumon, di Desa Keude Trumon, Kec. Trumon.

Sejauh ini, lanjut Nurmatias, masih ada lokasi bersejarah lainnya di Aceh yang belum ditetapkan, serta penunjukan penjaganya.

"Masih ada situs yang belum ditetapkan dan tidak ada juru peliharanya," ujar Nurmatias.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini