Wisata Bukit Kaba di Bengkulu Mulai Menggeliat, Pengunjung Belum Diizinkan Camping

Antara, Jurnalis · Senin 16 November 2020 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 408 2310146 wisata-bukit-kaba-di-bengkulu-mulai-menggeliat-pengunjung-belum-diizinkan-camping-0HMjUhhNed.JPG Objek Wisata Bukit Kaba di Bengkulu (Foto: Instagram/@barrykusuma)

WISATAWAN mulai mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Destinasi tersebut telah membuka jalur pendakian gunung berapi tersebut.

"Sejak dibuka kembali tanggal 17 Agustus lalu akibat adanya penyebaran virus Corona, jumlah pengunjung yang datang ke TWA Bukit Kaba secara perlahan mulai ramai, walau tidak seramai sebelum adanya Corona," kata Fajar Ahmadi selaku petugas loket TWA Bukit Kaba, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang.

Ia menjelaskan, pengunjung yang datang selain berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu juga dari sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Selatan seperti Kota Palembang, Lubuk Linggau, Musi Rawas Utara dan sejumlah daerah lainnya.

Para pengunjung yang datang hanya diperbolehkan melakukan pendakian (hiking) saja dan belum diizinkan melakukan aktivitas berkemah (camping). Kebijakan ini diberlakukan sejak adanya penyebaran Covid-19 sehingga dilakukan pembatasan sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Ratusan Bunga Anggrek Hiasi Agrowisata "DOG" di Denpasar

"Pengunjung yang datang ini paling banyak 208 orang, ini bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat di puncak Bukit Kaba. Kemudian pada hari libur paling banyak 106 orang, dan selebihnya 10 sampai 50 orang bahkan ada juga tidak ada pengunjung yang datang," tambah dia.

Untuk masuk ke wisata Bukit Kaba pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp5.000, kemudian Jasa BUMDes Rp6.500 dan Rp1.000 asuransi kecelakaan. Sedangkan untuk peserta yang datang rombongan lebih dari 10 orang dikenakan tiket masuk Rp2.500 per orang, kemudian jasa BUMDes Rp6.500 per orang dan asuransi Rp1.000 per orang.

"Kalau hari libur tiket masuknya berbeda yakni Rp7.500 per orang, kemudian untuk rombongan Rp3.750 per orang, ditambah jasa BUMDes Rp6.500 dan asuransi per orang Rp1.000," urainya.

Fajar juga menyebutkan, untuk tiket wisatawan asing yang masuk ke TWA Bukit Kaba pada hari biasa dikenakan tiket Rp100.000 per orang, kemudian jasa BUMDes Rp6.500 dan asuransi Rp5.000.

Sedangkan pada hari libur tiket untuk wisatawan asing jauh lebih mahal yakni Rp225.000 per orang, masih ditambah Rp6.500 jasa BUMDes dan Rp5.000 untuk asuransi.

Sementara itu, Jhoni (40) salah seorang tukang ojek yang biasa mengangkut penumpang ke puncak Bukit Kaba mengaku sangat senang dengan mulai ramainya pengunjung yang datang ke lokasi wisata itu.

"Alhamdulillah mulai ada yang datang sehingga kami ada pendapatan, selama enam bulan kami tidak bisa mengojek karena TWA Bukit Kaba ditutup karena adanya penyebaran Covid-19," kata Jhoni.

Adapun pengunjung yang hendak menggunakan jasa ojek ini kata dia, dikenakan tarif Rp100.000 untuk pulang-pergi, dan Rp60 ribu hanya untuk naik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini