Pariwisata di Daerah Zona Hijau Mulai Bangkit

Antara, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 406 2310734 pariwisata-di-daerah-zona-hijau-mulai-bangkit-bv1OsJvHNn.JPG Wisata Kawah Putih di Ciwidey, Bandung (Foto: Instagram/@handarbeni_arioso)

PARIWISATA mulai tumbuh di daerah yang konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) sehingga masuk dalam zona hijau.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Andri Wahyono.

"Daerah yang masuk zona hijau itu pariwisatanya cepat sekali bangkit," kata Andri usai menyampaikan materi pada Pelatihan dan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Pariaman, Sumatra Barat, Senin, 17 November 2020 kemarin.

Andri mengatakan, daerah tersebut menerapkan petunjuk dari pemerintah pusat dan mengkreasikannya sehingga masuk zona hijau atau aman untuk dikunjungi.

Salah satu daerah tersebut yaitu Bandung, di mana pemerintah daerah dan pihak terkait kompak bersama-sama bangkit melawan penyebaran Covid-19.

Baca juga: DPRD Minta Pembangunan Kawasan Wisata Malang Heritage Dilakukan 24 Jam

"Bandung dulu parah itu namun sekarang sudah bisa tumbuh kembali, bahkan volunteer (sukarelawan) seperti dr. Tirta ikut membantu, tidak dibayar pemerintah itu," sambungnya.

Kendati ada daerah pariwisatanya yang bangkit di masa adaptasi kebiasaan baru lanjut Andri, ada pula daerah yang tertinggal.

Menurut dia, saat ini Indonesia diuntungkan dengan adanya daerah yang mengalami musim panas sehingga aman untuk dikunjungi karena dapat menghambat perkembangan virus corona.

"Indonesia bagian timur sekarang panas, jadi kalau kita berjemur Covid-19 mati. Namun juga ada daerah yang saat ini mengalami musim hujan," ujarnya.

Dirinya meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan serta menjaga imun tubuh dengan makan makanan bergizi dan berolahraga untuk melawan Covid-19.

Sementara untuk pariwisata Pariaman, kata Andri, dapat dilakukan dengan cara perantau mengajak teman-temannya ke daerah itu apalagi kota itu segera masuk zona hijau.

"Sekarang orang Jakarta sudah jenuh online-online (daring) ini, mereka ingin offline (luring), ingin melihat secara langsung," kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono berujar bahwa saat ini wisatawan kerap menanyakan zona daerah objek wisata yang akan dikunjungi. "Jika zonanya sudah hijau maka mereka berani datang," ujar Dwi.

Oleh karenanya, dirinya mengajak warga Pariaman konsisten menerapkan protokol kesehatan agar daerah itu masuk dalam zona hijau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini