Strategi Pemprov DIY Bangkitkan Kembali Gairah Pariwisata Jogja

Selasa 17 November 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 406 2311055 strategi-pemprov-diy-bangkitkan-kembali-gairah-pariwisata-jogja-Rrix5NImO0.JPG Kawasan wisata Malioboro di Kota Yogyakarta (Foto: Instagram/@malioboro_insta)

DINAS Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berupaya memulihkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan berdasarkan arahan pemerintah pusat yang diatur dalam 'Pranatan Anyar' di industri pariwisata.

Hasilnya pun mulai terlihat, di mana wisatawan mulai kembali mengunjungi beberapa destinasi wisata terutama yang dinyatakan lolos untuk melakukan uji coba.

“Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian DIY mencapai 10,35 persen atau Rp10,2 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,89 persen. Puncak kunjungan wisnus (wisatawan nusantara-red) di DIY terjadi pada akhir tahun 2019 ada 6,116 juta dan wisman (wisatawan mancanegara) mencapai 433 ribu. Jumlahnya merosot saat awal mula pandemi pada Maret 2020 sehingga akhirnya dinas mulai melakukan upaya untuk memulihkannya,” kata Kabid Pemasaran Dispar DIY, Marlina Handayani. dikutip dari laman KRjogja, Selasa (17/11/2020).

Selama ini lanjut Marlina, wisatawan mancanegara didominasi dari Malaysia dan Singapura lantaran adanya penerbangan langsung (direct flight) ke Yogyakarta. Padahal, sebelumnya didominasi turis asal Belanda.

Baca juga: Pariwisata di Daerah Zona Hijau Mulai Bangkit

Namun, imbas pandemi Covid-19, terjadi perubahan tren berwisata dari destinasi keramaian seperti perkotaan dan tempat pertunjukan menuju wisata alam dengan memerhatikan sanitasi dan faktor kesehatan.

Secara bersamaan, Pemprov DIY menyiapkan berbagai langkah agar wisatawan nyaman berwisata kembali.

"Kami mulai menyiapkan destinasi yang meliputi SDM dan fasilitas kesehatan, kebersihan dan keamanan. Lalu menyusun protokol CHS (Cleanliness/Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) termasuk video edukasi bagi pelaku usaha pariwisata," tuturnya.

"Penerapan protokol CHS yang didukung oleh Pergub Nomor 28 Tahun 2020 ini menjadi pedoman bagi semua industri dan dikenal sebagai (Pedoman) 'Pranatan Anyar Plesiran Yogya' agar lebih dikenal masyarakat luas,” imbuh Marlina.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan simulasi dan uji coba protokol CHS sekaligus pendokumentasian sebagai bentuk soft campaign termasuk melakukan sosialisasi dan publikasi kepada seluruh pelaku usaha pariwisata, masyarakat domestik hingga mancanegara.

Sedangkan upaya lain ialah membuat aplikasi 'Visitting Jogja' di mana wisatawan bisa melakukan reservasi dan melakukan semua pembayaran melalui digital sehingga menghindari kontak langsung.

“Dari 139 destinasi yang ada di DIY, Pranatan Plesiran Anyar ini sudah diujicoba di 93 destinasi wisata seperti di Tebing Breksi hingga Puncak Becici. Karena sudah ada garansi menaati protokol kesehatan. Kami akan menegur pengelola bila melanggar dan bisa menutup kembali bila tidak ada perubahan,” terang dia.

Ia menambahkan, hingga Agustus 2020 terdapat 40 ribuan wisatawan mendatangi Yogyakarta yang sebagian besar berasal dari DIY dan Jawa Tengah. Sebagian besar wisatawan lebih senang mendatangi alam terbuka dan tidak bergerombol.

Pantai Baron dan Pantai Parangtritis masih menjadi idola wiatawan. Sedangkan di masa depan pihaknya akan menerapkan konsep penthalix agar sektor pariwisata bisa pulih sepenuhnya.

“Kami akan menggandeng pemerintah, industri (bisnis), komunitas, media dan akademisi duduk bersama guna mencari solusi terbaik. Konsep penthahelix ini sedang diujicoba di Tebing Breksi dan dihaapkan pariwiasata di DIY pulih sepenuhnya,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini