Melihat Peninggalan Purbakala hingga Foto Bersejarah Bung Karno di Wisata Bantimurung

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 408 2310822 melihat-peninggalan-purbakala-hingga-foto-bersejarah-bung-karno-di-wisata-bantimurung-TCa8fYO5fz.JPG Benda tradisional yang dipamerkan dalam pameran Maros Tempo Doeloe (Foto: Okezone.com/Herman Amiruddin)

PAMERAN bertajuk "Maros Tempo Doeloe" digelar di kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang untuk menarik wisatawan sekaligus memberikan edukasi dalam menambah wawasan pengetahuan akan sejarah masa lampau.

Mulai dari foto kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno hingga berbagai peninggalan sejarah dan prasejarah di wilayah ini turut serta dihadirkan.

Pengelola objek wisata Bantimurung, Yusriadi Arief mengatakan, pameran bertajuk Maros Tempo Doeloe sengaja diselenggarakan oleh pengelola guna menarik wisatawan.

"Jadi setiap pengunjung sebelumnya diimbau tetap menggunakan masker demi memutus penyebaran virus corona," kata Adi sapaan Yusriadi kepada Okezone, Senin, 16 November 2020.

Selain menyuguhkan keindahan alam bagi pengunjung dalam melepas penat selama di rumah saja, pengelola juga mencoba menghadirkan pameran tempo dulu bagi wisatawan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta edukasi bagi wisatawan.

Baca juga: Pariwisata di Daerah Zona Hijau Mulai Bangkit

Pameran Maros Tempo Doeloe

(Foto: Okezone.com/Herman Amiruddin)

"Berbagai foto bersejarah yang sulit dapat kita temukan di tempat ini. Seperti halnya saat kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1953 di Kabupaten Maros," ungkap Adi.

Pada foto hitam putih itu lanjut Adi, kedatangan sang proklamator disambut para raja dan tokoh politik masa itu di Alun-Alun Kota Maros. Hal ini juga sebagai tanda beralihnya kekuasaan kerajaan di Sulsel yang masuk ke dalam kekuasaan NKRI.

Foto di masa kerajaan juga nampak terpajang dalam pameran ini seperti halnya foto Karaeng Marusu ke-13 pada tahun 1870.

"Dan foto yang menggambarkan kondisi permandian alam Bantimurung pada tahun 1900 silam," sambungnya.

Tak hanya berupa foto, berbagai benda bersejarah yang sulit dijumpai di zaman sekarang ini juga dapat disaksikan pengunjung, di antaranya alat pemotong padi dan peralatan rumah tangga, hingga alat kesenian dan benda pusaka zaman dahulu.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ferdy mengatakan pameran yang berlangsung selama dua hari ini, juga menghadirkan berbagai replika peninggalan purbakala.

Seperti halnya replika kerangka manusia yang ditemukan di Leang (goa) Jarie, dan Maros Poin atau perkakas dari batu dan tulang binatang tertentu.

"Jadi selain menikmati nuansa kesejukan dan panorama indah kawasan permandian alam Bantimurung kita sertakan kehadiran pameran untuk edukasi," kata Ferdy.

Para wisatawan juga akan dimanjakan oleh pentas seni tradisional yang dilombakan oleh pengelola.

Pameran Maros Tempo Doeloe

(Foto: Okezone.com/Herman Amiruddin)

"Kegiatan yang kita tampilkan itu benda benda tempo dulu untuk memberikan wawasan baru pada pengunjung sekaligus sebagai daya tarik pengunjung. Ada juga perlombaan kendang tradisional," tuturnya.

Kehadiran pameran dan kesenian tradisonal ini menjadi daya tarik sersendiri bagi para wisatawan. Tak sedikit dari mereka mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel, mengingat momen seperti itu jarang dijumpai terlebih di tengah pandemi saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini