Cerita Ganjar Pranowo Kulineran di Kafe Paling Legendaris di Medan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 301 2311390 cerita-ganjar-pranowo-kulineran-di-kafe-paling-legendaris-di-medan-89SOslPBlm.JPG Bobby Nasution dan Ganjar Pranowo (Foto: Instagram/@bobbynst)

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo baru saja melakukan kunjungan ke Kota Medan, Sumatra Utara. Selama di Medan, Ganjar dijamu langsung oleh menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Termasuk saat berwisata kuliner di sebuah kafe legendaris.

Mengintip uggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (17/11/2020), keduanya diketahui menyambangi Kafe Tip Top yang diketahui telah beroperasi sejak tahun 1929.

Di tempat ini, Ganjar Pranowo sempat dibuat takjub oleh penjelasan Bobby Nasution seputar sejarah kafe yang tengah mereka sambangi. Bobby mengatakan, sejak kafe itu didirikan hingga saat ini, teknik pengolahan makanannya masih menggunakan alat-alat tradisional.

"Kafe ini udah lama om, dari zaman Belanda udah ada, dan masih bertahan sampai saat ini. Cita rasa makanannya masih masih sama dari dulu sampai sekarang. Karena mereka mengolah kue-kuenya masih menggunakan alat tradisional, pakai tungku dan kayu bakar," ujar Bobby kepada Ganjar Pranowo.

Baca juga: Viral Batu Bolong Ikon Pantai Mbawana Sumba Ambruk, Begini Penampakannya!

Mendengar penjelasan tersebut, Ganjar pun semakin penasaran dan langsung mengajak calon Wali Kota Medan itu untuk melihat langsung proses pengolahannya.

Keduanya kemudian mendatangi dapur kafe yang berada tepat di belakang meja makan mereka. Di sini, Ganjar akhirnya dapat melihat dengan jelas alat tradisional yang digunakan oleh Kafe Tip Top.

Tungku yang dijelaskan Bobby pada awal pertemuannya, ternyata merupakan tumpukan batu-batu anti panas yang ditata sedemikian rupa hingga menyerupai tungku atau alat panggangan. Selidik punya selidik, tungku itu sudah digunakan generasi pertama kafe sejak tahun 1934.

"Jadi yang paling utama itu batunya, dalam bahasa Belanda disebut vuurvaste steen atau batu tahan api. Untuk mengoperasikannya, harus dipanaskan selama kurang lebih satu jam menggunakan kayu bakar," ujar sang pemilik kafe.

"Setelah dipanaskan kurang lebih satu jam dan dibersihkan permukaannya, baru dimasukkan adonan kue ke dalamnya menggunakan loyang," tambahnya.

Puas mendengar penjelasan tersebut, Ganjar lalu diajak untuk mencicipi beragam sajian kue khas Belanda seperti uitsmijster (roti telor lidah lembu), bitterballen, kue tart, specolaas, saucijsebrood, moorkop, horen dan masih banyak lagi.

"Wah tidak percuma jauh-jauh sampai Medan. Serius, ini keren banget kafenya. Mungkin tungku, kayu dan alat masaknya bisa kamu lihat di sini, tapi untuk rasa hanya bisa kamu dapat di sana. Uenak tenan. Makasih ya Mas @bobbynst tetap jaga kesehatan dan sukses selalu," tutup Ganjar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini