Lion Air: Penumpang Hamil Harus Jujur saat Check-in

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 406 2311739 lion-air-penumpang-hamil-harus-jujur-saat-check-in-KWWCJPh9jF.jpg Penumpang Lion Air Anatasia dievakuasi usai melahirkan di pesawat. (Foto: Lion Air)

PENUMPANG Lion Air JT-797, Anastasia Geavani, melahirkan bayinya dengan selamat di dalam pesawat. Anastasia melahirkan di pesawat yang melayani rute Merauke–Jayapura– Makassar– Jakarta.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, untuk mencegah terulangnya kejadian ini, penumpang ibu hamil diwajibkan membawa surat dokter. Kemudian harus dilaporkan di check-in counter.

"Jika sedang hamil, setiap penumpang harus selalu memberikan informasi secara rinci, jelas, sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat di counter check-in," kata Danang lewat keterangan resminya.

Danang menuturkan, Lion Air menerapkan ketentuan bagi ibu hamil usia kehamilan di atas 28 minggu wajib menunjukkan surat dokter. Sebelum menggunakan transportasi udara, sebaiknya cek kesehatan ke dokter pribadi demi keselamatan.

"Ibu hamil yang usia kehamilannya di atas 28 wajib menyertakan surat dokter," bebernya.

Sementara itu, di usia kehamilan 36 minggu, ibu hamil sudah tidak diperbolehkan terbang menggunakan pesawat terbang.

Baca Juga: Penumpang Lion Air Melahirkan di Pesawat, Ini Prosedur Penerbangan untuk Ibu Hamil 

Di lain kesempatan, dr Loli Sofyan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Hang Nadim, Batam membeberkan alasan kenapa ibu hamil tua dilarang naik pesawat. Rupanya perjalanan udara dapat mengurangi oksigen yang dibutuhkan ibu dan janin.

"Logikanya, saat bernapas di daratan kita tidak pakai usaha. Tapi karena di udara oksigen sedikit, kita atau ibu hamil perlu energi lebih untuk mendapatkan oksigen. Ketika oksigen kurang yang ditakutkan adalah hipoksia yang akan mengganggu kerja tubuh bila terjadi dalam waktu lama, misalnya dalam penerbangan jauh atau long flight," jelasnya.

Hal ini bisa memicu kontraksi, yang akan menyebabkan kelahiran tak diinginkan di atas pesawat. Oleh karena itu, untuk penerbangan dengan jam terbang lebih dari empat jam melarang ibu hamil dengan usia kandungan 32 bulan dan lebih untuk melakukan perjalanan.

"Aturan ICAO (International Civil Aviation Organization) melarang ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 32 minggu untuk ikut penerbangan lebih dari empat jam. Tapi secara umum, semua penerbangan baik yang short fligth maupun long flight akan melarang ibu dengan kehamilan lebih dari 34 minggu mengikuti penerbangan," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini