Napak Tilas Sejarah di 4 Taman Air Peninggalan Raja-Raja

Ersa Ambarita, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 408 2311532 napak-tilas-sejarah-di-4-taman-air-peninggalan-raja-raja-p181d2JdHK.jpg Taman Ujung Sukasada, Karangasem, Bali (Instagram @ujungwaterpalace)

INDONESIA punya banyak tempat bersejarah dengan cerita yang melegenda dan bisa menjadi pilihan wisata yang menarik. Misalnya taman air para raja-raja nusantara zaman dulu.

Tempat ini adalah salah satu bukti rekam jejak para raja dalam melakukan kegiatan sosial di kerajaan. Kini taman tersebut telah dijadikan objek wisata dan terus dilestarikan keberadaannya.

Baca juga: Viral Batu Bolong Ikon Pantai Mbawana Sumba Ambruk, Begini Penampakannya!

Berikut 4 destinasi taman air para raja terdahulu yang dijadikan tempat wisata. Bisa dikunjungi untuk memahami kisah hidup pemimpin sejarah pada masanya.

Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta atau istana air terletak di Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Dalam situs resminya disebutkan, taman ini dibangun pada era pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I pada 1758-1765.

Namun, bangunan ini sempat hancur karena diserang pasukan Inggris. Kemudian pada 1970-an taman ini kembali dibuka.

Di dalam taman ini terdapat peninggalan bersejarah berupa gedung, kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, danau dan pulau buatan, serta Lorong bawah air.

ilustrasi

Taman Sari Yogyakarta (Instagram @wisata_tamansari_yogyakarta)

Arsitektur dan relief setiap sudut taman memadukan gaya khas Islam, Hindu, Buddha, China, dan Eropa. Tempat ini menjadi saksi kejayaan Keraton Yogyakarta yang dulu digunakan sebagai tempat peristirahatan, pertahanan, ibadah, dan tempat bersemedi bagi raja.

Baca juga: Viral di TikTok, Ini Dia Tebing Koja Seperti di Film Jurassic Park

Tidak hanya peninggalan sejarah yang menarik untuk didapati, di tempat ini pengunjung juga dapat mengetahui pola kehidupan lama yang diterapkan raja bersama keluarganya. Mulai dari mengenal ritual agama, seni budaya, serta kegiatan sosial raja. Konon menurut penuturan masyarakat, Taman Sari juga digunakan sebagai tempat pemandian permaisuri dan para putri raja.

Taman Ujung Sukasada

Objek wisata yang juga menarik dikunjungi adalah Taman Ujung Sukasada. Tempat ini merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem yang dibangun atas perintah Raja I Gusti Bagus Jelantik pada 1909.

Pembangunan sempat rampung pada 1921 dan akhirnya diresmikan pada 1937 dengan penanda prasasti. Tapi, taman ini pun pernah mengalami kerusakan parah karena letusan Gunung Agung pada 1963 dan gempa pada 1976. Akhirnya dengan bantuan Bank Dunia, taman kemudian diperbaiki.

Dulunya, taman ini digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja dan tempat menjamu tamu-tamu kehormatan. Kemegahan dan keunikan bangunan pada taman adalah karya arsitek Belanda, China, dan undagi (arsitek Bali). Uniknya, tatanan bangunan tetap dibuat dengan gaya arsitektur Bali dan Eropa.

Baca juga: Pesona Gunung Ile Batutara Lembata, Cerita Misteri dan Semburan Lava Mirip di Hawaii

Di taman ini terdapat tiga buah kolam besar, satu kolam di selatan dengan bangunan Bale Bengong dan dan dua kolam di utara dengan bangunan Bale Geli yang menghubungkan jembatan ke arah utara.

Daya tarik taman juga ada pada bangunan pilar tanpa atap. Pengunjung perlu menaiki seratus anak tangga untuk menikmati bentangan laut biru dengan pemandangan bukit-bukit hijau yang indah. Lokasi taman ini ada di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Jarak tempuh ke tempat ini sekitar 60 Km dari Denpasar.

Taman Air Sunyaragi

Dengan bangunan seperti candi orang-orang menyebutnya sebagai Goa Sunyaragi atau Tamansari Sunyaragi. Taman ini adalah salah satu bagian dari Keraton Pakungwati, yakni Keraton Kasepuhan. Kini taman ini sudah dijadikan sebagai objek wisata sejarah di Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sekitaran gua pernah dikelilingi oleh Danau Jati, tapi seiring waktu akhirnya airnya mengering.

Sunyaragi sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, kata sunya bermakna “sepi” dan ragi berarti “raga”. Yang mana tujuan pembangunannya untuk tempat peristirahatan dan meditasi para Sultan Cirebon bersama keluarga mereka.

Bangunan Tamansari Sunyaragi terdiri atas dua bagian, yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Di mana pesanggrahan dilengkapi ruang tidur, serambi, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah, dan dikelilingi taman dengan kolam. Sementara itu, di bangunan gua terdapat terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air.

Saat berkunjung ke tempat ini, Anda akan melihat bangunan luar yang bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.

Taman Narmada

Taman Narmada atau replika Gunung Rinjani berada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Taman hampir seluas 3 hektare ini diinisiasi oleh Anak Agung Ngurah Karangasem ketika ia sudah tidak kuat lagi mendaki gunung. Penamaan Taman Narmada sendiri diambil dari anak sungai Gangga di India, yang berarti “mata air atau sumber kehidupan”.

ilustrasi

Keberadaan taman sejak 1727 ini digunakan sebagai peristirahatan raja di musim kemarau. Hingga sekarang taman ini sering digunakan untuk upacara keagamaan umat Hindu.

Bagian dalam Taman Narmada dibagi menjadi beberapa bagian, yakni Gerbang Utama, Telaga Kembar, Jabalkap, Mukedes, Gapura Gelang, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Balai Terang, Patandaan, Bangunan Sekepat, Balai Bancingah, Pura Kelas, dan Pura Lingsar.

Di Balai Petirtaan yang mata airnya berasal dari Gunung Rinjani adalah tempat pertemuan tiga sumber air yaitu Narmada, Lingsar dan Suranadi.

Tempat ini begitu unik karena setiap orang yang masuk menggunakan selendang kuning dan membasuh air ke seluruh wajahnya dipercaya akan awet muda. Selain itu, karena tempatnya yang suci membuat aturan pada perempuan yang datang bulan untuk tidak memasuki kawasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini