Napak Tilas Sejarah di 4 Taman Air Peninggalan Raja-Raja

Ersa Ambarita, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 408 2311532 napak-tilas-sejarah-di-4-taman-air-peninggalan-raja-raja-p181d2JdHK.jpg Taman Ujung Sukasada, Karangasem, Bali (Instagram @ujungwaterpalace)

Taman Air Sunyaragi

Dengan bangunan seperti candi orang-orang menyebutnya sebagai Goa Sunyaragi atau Tamansari Sunyaragi. Taman ini adalah salah satu bagian dari Keraton Pakungwati, yakni Keraton Kasepuhan. Kini taman ini sudah dijadikan sebagai objek wisata sejarah di Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sekitaran gua pernah dikelilingi oleh Danau Jati, tapi seiring waktu akhirnya airnya mengering.

Sunyaragi sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, kata sunya bermakna “sepi” dan ragi berarti “raga”. Yang mana tujuan pembangunannya untuk tempat peristirahatan dan meditasi para Sultan Cirebon bersama keluarga mereka.

Bangunan Tamansari Sunyaragi terdiri atas dua bagian, yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Di mana pesanggrahan dilengkapi ruang tidur, serambi, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah, dan dikelilingi taman dengan kolam. Sementara itu, di bangunan gua terdapat terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air.

Saat berkunjung ke tempat ini, Anda akan melihat bangunan luar yang bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.

Taman Narmada

Taman Narmada atau replika Gunung Rinjani berada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Taman hampir seluas 3 hektare ini diinisiasi oleh Anak Agung Ngurah Karangasem ketika ia sudah tidak kuat lagi mendaki gunung. Penamaan Taman Narmada sendiri diambil dari anak sungai Gangga di India, yang berarti “mata air atau sumber kehidupan”.

ilustrasi

Keberadaan taman sejak 1727 ini digunakan sebagai peristirahatan raja di musim kemarau. Hingga sekarang taman ini sering digunakan untuk upacara keagamaan umat Hindu.

Bagian dalam Taman Narmada dibagi menjadi beberapa bagian, yakni Gerbang Utama, Telaga Kembar, Jabalkap, Mukedes, Gapura Gelang, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Balai Terang, Patandaan, Bangunan Sekepat, Balai Bancingah, Pura Kelas, dan Pura Lingsar.

Di Balai Petirtaan yang mata airnya berasal dari Gunung Rinjani adalah tempat pertemuan tiga sumber air yaitu Narmada, Lingsar dan Suranadi.

Tempat ini begitu unik karena setiap orang yang masuk menggunakan selendang kuning dan membasuh air ke seluruh wajahnya dipercaya akan awet muda. Selain itu, karena tempatnya yang suci membuat aturan pada perempuan yang datang bulan untuk tidak memasuki kawasan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini