Wishnutama Ungkap Alasan Kemenparekraf Gandeng Influencer Promosikan Pariwisata

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 406 2312132 wishnutama-ungkap-alasan-kemenparekraf-gandeng-influencer-promosikan-pariwisata-RYiAW4Sb4d.JPG Menparekraf, Wishnutama Kusubandio (Foto: Instagram/@wishnutama)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menjelaskan secara gamblang alasan Kemenparekraf bekerjasama dengan influencer saat menjadi tamu dalam acara podcast di kanal YouTube, Deddy Corbuzier.

Dia tidak menampik bahwa dalam masa kepemimpinannya, Kemenparekraf memang sempat bekerjasama dengan sejumlah influencer.

Wishnutama mengatakan, kerjasama Kemenparekraf dengan influencer ini semata-mata hanya untuk mempromosikan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Influencer ini salahnya di mana? Dan saya tau kok, mempromosikan pariwisata menggunakan influencer itu paling efektif. Berbagai penelitian sudah membuktikannya," ujarnya saat dicecar pertanyaan oleh Deddy Corbuzier di channel YouTube-nya.

Ia menambahkan, strategi-strategi promosi konvensional seperti pemasangan billboard dan lain sebagainya dinilai sudah tidak relevan lagi di era yang serba digital seperti saat ini. "Pasang billboard? Hari gini bro. itu ngabis-ngabisin duit," kata Wishnutama.

Mendengar pernyataan tersebut, Deddy Corbuzier pun semakin tergelitik menggoda Wishnutama dengan pertanyaan seputar biaya yang dikeluarkan Kemenparekraf untuk menggunakan jasa influencer.

Baca juga: Penampakan Pantai Mbawana Sebelum Batu Bolong Ambruk, Pesonanya Syahdu

"Kalau Anda keluarkan biaya Rp300 juta untuk influencer, misalnya membayar saya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, apakah itu efektif?," tanya Deddy.

Tanpa ragu-ragu, Wishnutama langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang cukup komprehensif. Menurutnya, promosi yang dilakukan melalui influencer ini sejatinya termasuk salah satu strategi jangka panjang Kemenparekraf.

Dampak ekonomi yang ditimbulkan juga dinilai dapat membangkitkan kembali gairah pariwisata Tanah Air.

"Tidak ada yang salah menggunakan influencer, karena dampak ekonominya itu besar. Ketika mereka mempromosikan suatu destinasi dan akhirnya banyak wisatawan yang mau datang ke sana. Secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian lokal. Dan promosi ini adalah strategi jangka panjang, memang tidak akan langsung kita rasakan," kata Wishnutama.

Lebih lanjut Wishnutama menjelaskan, penggunaan influencer sebagai instrumen untuk berpromosi juga dilakukan oleh seluruh negara di dunia. Beberapa negara seperti Dubai bahkan sangat masif memanfaatkan influencer untuk mempromosikan potensi-potensi wisata yang mereka miliki.

"Seluruh dunia melakukan hal yang sama dan masif. Dubai itu, influencer paling mahal pun dipakai. Lalu ada Korea yang memanfaatkan BTS untuk mempromosikan Seoul. Saya pribadi yakin, mempromosikan pariwisata melalui influencer itu efektif," tegas Wishnutama.

"Bahkan, banyak orang Indonesia dimanfaatkan oleh negara asing untuk mempromosikan destinasi negara mereka," tandasnya.

Seperti diketahui, isu influencer ini sebelumnya sempat hangat diperbincangkan publik, setelah beredar kabar bahwa Kemenparekraf mengucurkan dana hingga Rp263 miliar untuk membayar para influencer. Data ini pertama kali dikemukakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Agustus lalu.

Namun, menurut penjelasan pengamat pariwisata, Hilda Ansariah Sabri, temuan ICW soal anggaran influencer di Kemenparekraf salah alamat, karena data yang digunakan bukanlah data Kemenparekraf terkini.

"Itu bukan data sekarang. Bukan ditujukan ke Kemenparekraf, Wishnutama Kusubandio dan Angela Tanoesoedibjo. (Jadi) salah alamat," kata Hilda dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu. (put)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini