Penumpang Bandara Komodo Bakal Disuguhkan Mini Konser Musik Lokal

Lintang Tribuana, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 406 2312212 penumpang-bandara-komodo-bakal-disuguhkan-mini-konser-musik-lokal-flY8LBJtvH.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

LABUAN Bajo, Nusa Tenggara Timur merupakan destinasi super prioritas yang menyimpan banyak potensi, baik alam maupun kebudayaannya. Inilah yang mendorong terciptanya program Aksilarasi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Program ini digagas oleh Direktorat Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan sebagai pendampingan untuk masyarakat menciptakan produk kreatif, terutama di sisi budaya.

Produk kreatif ini berasal dari 4 sub sektor dengan masing-masing pendamping kreatif. Musik didampingi Ivan Nestorman, pertunjukan tari didampingi oleh Anti Yank, Jenko Siompo, Bambang Prihadi, seni rupa didampingi Heri Pemad, Elia Nurvista, dan Hendra Hehe, serta penerbitan yang didampingi Windy Ariestanty dan Dicky Senda.

Direktur Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan Muhammad Amin pun berharap, produk kreatif dari keempat sub sektor ini bisa dinikmati banyak orang. Bahkan ditampilkan di Bandara Komodo Labuan Bajo.

"Satu atau dua tahun lagi kalau bisa karya-karya dari Aksilarasi ini bisa ditampilkan di Bandara Komodo," ucap Amin saat media gathering di Labuan Bajo, NTT, Rabu 18 November 2020.

Baca Juga: Labuan Bajo Tawarkan Wisata Seni dan Budaya

Produk kreatif yang dibentuk kebanyakan menonjolkan sisi budaya Labuan Bajo. Termasuk juga di sub sektor musik. Ivan Nestorman, sebagai pendamping menyebut bahwa sub sektor musik memiliki tiga produk kreatif yang berasal dari akar tradisi yang dikemas ulang. Seperti Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band.

Diharapkan, kemunculan produk kreatif ini menjadi kekuatan baru bagi Labuan Bajo untuk menarik perhatian wisatawan, terutama dari mancanegara dan juga meningkatkan ekonomi.

Sebelumnya, Dirut BOP Labuan Bajo-Flores Shana Fatina mengatakan, potensi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya diberdayakan agar meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab pemerintah setempat tidak dapat mengandalkan potensi wisata alam saja.

"Kita tak bisa mengandalkan alam saja. Tapi kebudayaan, interaksi dengan masyarakat lokal, itu juga dibutuhkan," kata Shana Fatina dalam kesempatan sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini