Ruang Publik di Labuan Bajo Segera Dilengkapi Peta Wisata dan Buku Budaya Lokal

Lintang Tribuana, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 406 2312603 ruang-publik-di-labuan-bajo-segera-dilengkapi-peta-wisata-dan-buku-budaya-lokal-p3Nf2SFMzT.jpg Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (Foto Inst Labuan Bajo Destination)

LABUAN Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan destinasi super prioritas. Masyarakat lokal yang gemar menulis diberdayakan dan ditempa melalui program Aksilirasi di sub sektor penerbitan, untuk menghasilkan karya berupa buku.

Baca juga:  Labuan Bajo Tawarkan Wisata Seni dan Budaya

Buku tersebut berisi tentang warisan kebudayaan lokal hingga kuliner khas Labuan Bajo. Ada juga peta jelajah yang lengkap dengan narasi untuk digunakan sebagai pemandu.

"Peta ini basisnya jalur jelajah dengan penceritaan. Jadi kami bukan hanya bikin maps biasa. Kami menjelaskan bahwa di titik ini ada apa, kami narasikan. Jadi orang terbayang ketika ingin pergi ke titik A, dia tahu bahwa di situ ada ceritanya apa," jelas Dicky Senda, pembimbing sub sektor penerbitan, Kamis (19/11/2020).

 

Nantinya, hasil produk kreatif sub sektor penerbitan ini akan disebarluaskan di ruang publik Labuan Bajo sehingga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja terutama wisatawan.

 Baca juga: Olahraga Air Terbaik di Labuan Bajo

"Buku dan peta ini kami bayangkan kalau dicetak akan ditaruh di bandara, di publik-publik space, sehingga turis-turis yang datang mereka bisa memakai buku dan peta itu sebagai panduan bagi mereka untuk menjelajah Labuan Bajo," ungkap Dicky.

Tak hanya dicetak, buku hingga peta ini nantinya juga akan disebarluaskan melalui digital agar bisa diakses semua orang dan tanpa biaya. Tentunya, agar identitas Labuan Bajo semakin dikenal oleh khalayak.

Program Aksilirasi ini dibawahi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), untuk memperkuat pariwisata dan ekonomi dengan menonjolkan identitas daerah destinasi super prioritas di Indonesia, salah satunya Labuan Bajo.

Sekitar 195 orang dilibatkan dalam program ini. Terbagi menjadi 4 subsektor, yakni seni musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan. Produk kreatifnya akan terus disempurnakan hingga 5 tahun ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini