Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata di Yogyakarta Diminta Ketat Berlakukan Prokes

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 406 2312779 jelang-libur-panjang-pengelola-wisata-di-yogyakarta-diminta-ketat-berlakukan-prokes-7SZVMsxnAG.JPG Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata (Foto: Kemenparekraf)

GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pengelola destinasi wisata dan restoran di daerah itu benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan dalam rangka menghadapi libur panjang akhir tahun.

"Ke depan menghadapi libur akhir tahun ini harus menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi untuk kesiapan kita di objek wisata dan restoran," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta.

Menurut dia, saat ini merupakan masa di mana interaksi masyarakat sudah kembali meningkat. Akibatnya, risiko penularan Covid-19 juga ikut meningkat. "Interaksi orang semakin meningkat artinya berpotensi menimbulkan penularan," kata dia.

Munculnya, kasus penularan Covid-19 di salah satu warung makan di Kota Yogyakarta yang menjual berbagai menu mi dan nasi goreng dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa ancaman penularan virus itu masih nyata.

Baca juga: Ini Maskapai Teraman di Dunia Pada Era Corona

Biwara menjelaskan, aktivitas perekonomian bisa berjalan namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kalau aktivitas mau jalan ya konsekuensinya harus betul-betul ketat dan disiplin. Jangan mengabaikan. Harus semakin ketat, semakin disiplin dalam menerapkan protokol itu," kata dia.

Sementara, Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama berujar bahwa pemerintah perlu mengambil kebijakan memperpendek hari libur saat libur panjang akhir tahun 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Langkah lain yang dapat dilakukan dengan memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata.

Edukasi terkait protokol kesehatan, menurut dia, harus dilakukan secara simultan antara pelaku wisata dan penyelenggara wisata agar bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Bayu menjelaskan tempat wisata yang berada di dalam ruangan memiliki risiko tinggi penularan Covid-19, seperti kolam renang, hotel, dan lainnya. Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat tetap patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Dispilin pakai masker dengan baik dan benar. Hindari tempat wisata yang padat sehingga tidak bisa jaga jarak," kata dia.

Jika hendak makan, Bayu mengimbau masyarakat mencari tempat makan yang terbuka (outdoor). Jika memilih tempat makan tertutup, menurut dia, harus dipastikan jaga jarak dan memiliki ventilasi yang baik.

"Kuncinya displin memakai masker dan waspada terhadap ventilasi, durasi, jarak. Jangan lupa juga untuk melihat kondisi tubuh jika tidak fit sebaiknya di rumah saja," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini