2 Pekan Jadi Jubir Kemenparekraf, Berat Badan Prabu Revolusi Turun 2 Kg

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 406 2312880 2-pekan-jadi-jubir-kemenparekraf-berat-badan-prabu-revolusi-turun-2-kg-xz8dexPyjU.jpg Prabu Revolusi. (Foto: Instagram)

PRABU Revolusi ditunjuk menjadi Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Dia pun mengungkap cerita ketika ditunjuk Menteri Pariwisata untuk jadi jubir Kemenparekraf. 

"5-6 minggu yang lalu mas menteri dan mbak wamen mengajak saya bertemu. Kita bicara panjang lebar sambil ngopi membicarakan banyak hal terutama pariwisata. Saya sendiri enggak kepikiran untuk jadi jubir," kata Prabu dalam acara Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal, Jumat (20/11/2020).

Dia menambahkan, pada Oktober 2019, dirinya memutuskan untuk resign dari media televisi swasta di Indonesia. Selama nganggur, kesibukannya hanya dihabiskan di rumah. Keluarga, buatnya, menjadi nomor satu dan mempertahankan bisnisnya. 

"Saya memutuskan resign, kesibukan di rumah cuma menentukan makan apa, nonton drakor apa, sepedaan apa enggak. Lalu tiba-tiba ada telepon untukk ngobrol tentang komunikasi," tambahnya. 

 

Bicara panjang lebar dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Prabu merasa ingin ikut membangkitkan pariwisata Indonesia. Di tengah keterpurukan sektor pariwisata yang membuat semangat pelaku wisata menurun. 

"Ada satu kalimat yang mas menteri ucapkan dan akhirnya ingin jadi jubir. Gue tahu lo  kemungkinan akan nolak, tapi pariwisata adalah sektor paling terdampak. Turunnya 80 persen, karena pandemi terdampak karena semua orang enggak boleh gerak, semua di rumah, kalau enggak gerak ya mati," bebernya. 

Berbeda dengan sektor pendidikan, masih bisa dilakukan dengan teknologi. Lalu pariwisata enggak bisa dengan teknologi, karena mesti ke tempatnya, tapi sekarang enggak boleh bergerak, wisman pun tidak boleh masuk jadi susah betul. 

 

Menurutnya, sekarang sudah waktunya Kemenparekraf punya program dan semnagat teman-teman di sektor pariwisata dan sekarang lagi down. Tapi bagaimana caranya informasi yang kira-kira beritakan bisa membangkitkan semangat teman-teman di sektor pariwisata, mereka butuh harapan dan ini tidak mudah. 

"Saya pikir oke kalau itu impiannya saya ikut gaabung yang ternyata kerjanya luar biasa. Enggak ada waktu sama anak-anak main, saya masuk pagi dan pulang malam dan turun berat badan 2 kg," ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, Prabu juga menyebut dua tantangan yang dihadapi sektor pariwisata. Yakni media baru dan new normal. 

"Tantangan ke depan jurnalisme media baru. Kita memasuki satu atau dua tantangan, yakni media baru dan new normal dengan desakan teknologi digital," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini