Tren Wisata Petualangan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Dyah Ayu Pamela, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 406 2313027 tren-wisata-petualangan-meningkat-selama-pandemi-covid-19-cQJojbCbeZ.JPG Salah satu destinasi wisata petualangan (Foto: Instagram/@tedirachman)

WISATA petualangan di alam terbuka mengalami tren peningkatan di masa pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut menjadi pilihan masyarakat dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan (prokes) ketat. Tren traveling juga mengalami pergeseran, dari awalnya wisatawan dalam jumlah besar menjadi wisatawan aman dan sehat.

Oleh karenanya, bursa wisata virtual bertajuk PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 (PIATM 2020) yang diluncurkan November 2020 memusatkan lokasi wisata Tanjung Lesung.

Ini merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata Indonesia di Provinsi Banten yang memiliki kegiatan adventure, seperti wisata selam, wisata udara paramotor, trail run, sailing dan yang terpenting jelajah Taman Nasional Ujung Kulon.

Acara kolaborasi PATA Indonesia dengan RajaMICE yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Keratif (Kemenparekraf) dan Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatra Utara sebagai partner destinasi dan assosiasi pariwisata seperti GIPI, PHRI, IHGMA, ASTINDO, ASITA, MASATA, CMSI, GAHAWISRI, IAATA, FAJI, PUWSI, APGI, dan PUWSI ini pun memberi informasi terbaru pelaku pariwisata.

Baca juga: Lebih 85 Ribu Wisatawan Kunjungi Sabang Selama 2020

President/CEO PATA Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pihaknya tidak akan berdiam diri selama pandemi Covid-19 dan terus berupaya ikut membangkitkan pariwisata Indonesia dengan menggelar event ini secara online.

"Saat ini diutamakan wisatawan domestik. Jadi, kami mendukung upaya Kemenparekraf yang tengah mengajak wisatawan Nusantara untuk jangan ragu traveling di dalam negeri selama era new normal," paparnya.

Sementara, Ketua Assosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI), Cecilia Vita menuturkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, wisata petualangan khususnya gunung menjadi salah satu wisata minat khusus yang sangat diminati, tak hanya para petualang domestik, namun juga mancanegara. Tingkat kunjungan di kawasan pendakian menjadi sangat tinggi karena keinginan pendaki yang ingin melihat indahnya Indonesia.

“Tidak hanya gunung-gunung di Pulau Jawa saja yang kerap dibanjiri pendaki, bahkan sampai Gunung di ujung Sabang (Gunung Leuser) ke Gunung di Papua (Gunung Carstenz). Para Tour Operator, atau pebinis wisata petualangan, berlomba meningkatkan kualitas perjalanannya, dan mensertifikasi para pemandunya," terang dia.

PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 lanjut dia, memberikan harapan baru, semangat baru, napas baru bagi dunia usaha wisata petualangan khususnya gunung. Para pengusaha wisata dibukakan lagi peluang untuk membentuk market baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Adapun Amalia Yunita selaku Ketua PB Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) menjelaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling terpuruk akibat pandemi ini.

"Salah satu sub sektor dalam parowisata adalah wisata arung jeram yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Wisata arung jeram mayoritas berada di lingkungan yang masuk dalam zona hijau Covid 19, sehingga diharapkan wisata ini dapat kembali tumbuh, dengan adanya protokol CHSE dengan label I do Care," kata Amalia.

Pihaknya sangat mendukung adanya PATA Adventure Travel Mart 2020 sebagai salah satu inisiatif untuk kembali menggerakkan pariwisata khususnya wisata petualangan yang selama dekade terakhir meningkat pesat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini