ASEAN Perlu Bikin Pasar Tunggal Ekonomi Kreatif

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 406 2313874 asean-perlu-bikin-pasar-tunggal-ekonomi-kreatif-Msp23uVj3Q.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar forum diskusi internasional Global Center of Excellence for International Cooperation and Creative Economy (G-CINC). Kegiatan ini mengajak para pelaku ekonomi kreatif produktif dari rumah. 

Kemenparekraf menekankan bahwa untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang bernilai tinggi, negara-negara ASEAN perlu membuat suatu pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif di bawah ASEAN Economic Community di 2015. 

G-CINC pun melakukan penelitian model dan karakteristik industri kreatif dari lima kota di Indonesia dan beberapa negara di ASEAN. Temuan dari penelitian tersebut akan disuguhkan dalam bentuk sebuah buku yaitu “Modelling A Healthy Creative Scene” yang diluncurkan pada Forum Diskusi Internasional, 20-21 November 2020. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat menekankan pentingnya industri kreatif sebagai dukungan sistem dan ekosistem kreatif,” kata Direktur Hubungan Antarlembaga, K Candra Negara saat webinar bersama 500 peserta, Sabtu 22 November 2020. 

 Kemen

Candra menambahkan, para pelaku industri kreatif sangat bisa produktif dari rumah. Mereka dapat mengeksplorasi banyak hal untuk kelanjutan bisnisnya.

 

Lewat buku yang diluncurkan, tambah Candra, banyak orang yang bisa mengenal banyak hal. Khususnya bagi pelaku yang baru memulai merintis atau yang sudah berkecimpung di dunia ekonomi kreatif.

"Buku ini publikasi pertama yang dirilis oleh G-CINC sebagai bentuk penelitian akademis bidang ekonomi kreatif di Indonesia," katanya.

Peneliti Utama Dr. Dina Dellyana dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung menjelaskan, buku ini bisa menjadi referensi untuk mulai mengembangkan industri kreatif. Bahkan bisa menjadi sebuah living documents.

"Nantinya buku ini dapat diperbaharui secara berkala dengan tambahan-tambahan praktik ekonomi kreatif terbaik di kawasan Asia Pasifik. Kemudian menjadi referensi yang selalu relevan dari waktu ke waktu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini