Pantai Cimaja Dipromosikan sebagai Destinasi Wisata Selancar Internasional

Antara, Jurnalis · Senin 23 November 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 406 2314167 pantai-cimaja-dipromosikan-sebagai-destinasi-wisata-selancar-internasional-Xpm2RGbc8F.JPG Peselancar beraksi menaklukkan ombak (Foto: Instagram/@psoi.surfingindonesia)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana menggelar kompetisi selancar internasional bertajuk 'Surf Fest Pro' yang berlokasi di Pantai Cimaja, Palabuhanratu. Terdapat 64 peselancar dari dalam dan luar negeri.

“Acara ini digelar untuk mempromosikan Cimaja sebagai destinasi wisata selancar pilihan untuk peselancar pemula hingga profesional, sekaligus destinasi yang cocok untuk penyelenggaraan lomba selancar tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, Minggu, 22 November 2020.

Kegiatan tersebut kata dia, diharapkan dapat menciptakan efek domino dalam perkembangan destinasi wisata dan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk mengenalkan olahraga selancar secara profesional.

Baca juga: Jabar Pertahankan Status UNESCO Global Geopark untuk Ciletuh-Palabuhanratu

“Dan tentu dalam acara kami menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Semua protokol kesehatan akan menjadi fokus dan akan dijalankan dengan maksimal,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga menyatakan siap mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi karena status yang diberikan oleh Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) tersebut akan divalidasi kembali.

"Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola untuk mempertahankan status tersebut. Dan kami siap mempertahankan status dari UNESCO untuk Geopark Ciletuh," kata Dedi.

Ia mengatakan Ciletuh-Palabuhanratu sudah menyandang (UGGp) hampir lima tahun dam berdasarkan aturan, status itu pada tahun 2021 UNESCO akan melakukan asesmen revalidasi terhadap Geopark Ciletuh.

"Jadi revalidasi ini memang rutin. Lalu tujuannya untuk menilai kelayakan Ciletuh-Palabuhanratu tetap menyandang status sebagai UGGp,” sambungnya.

Menuru Dedi, ada 13 rekomendasi yang harus dikerjakan oleh pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai penambah nilai agar status UGGp tersebut tetap bisa dipertahankan (green card).

"Dan salah satunya adalah penyelenggaraan berbagai even untuk meningkatkan kunjungan di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu," ucap Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini