Curhat Penjual Nike Tore, Biasa Dapat Rp36 Juta Kini Hanya Rp15 Juta

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 23 November 2020 23:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 406 2314499 curhat-penjual-nike-tore-biasa-dapat-rp36-juta-kini-hanya-rp15-juta-I4WR2ZN9iF.jpg Nike tore. (Foto: Okezone/Subhan)

SETELAH lima bulan mati suri akibat terdampak pandemi Covid 19, Meynio Sumendap, pemilik UMKM Nio's asal Minahasa Utara kini mencoba berusaha bangkit lagi. Ia kembali memproduksi oleh-oleh khas Manado, nike tore yang dicari wisatawan.

Sebelum pandemi, penjualan nike tore laris manis. Mulai dari toko souvenir, ritel moderen, bahkan permintaan lewat media sosial sampai dengan Jakarta, Surabaya, Medan, Papua, Sorong, Ternate hingga Makassar.

"Sebelum covid-19, omzet rata-rata sampai 36 juta perbulan," ujar Mey, begitu dia biasa dipanggil, baru-baru ini.

Setelah pandemi Covid-19 melanda, praktis permintaan menurun drastis. Ritel moderen dan toko souvenir mulai menghentikan permintaan omset bulanan pun anjlok sampai 90 persen.

Baca Juga: New Normal, Wisatawan Enggak Perlu Takut Lagi ke Kedai Kopi 

"Maret hingga juli itu paling berat, ada produksi tapi hanya 10 persen, permintaan ada tapi hanya sedikit dan tidak pasti," kata Mey.

 

Namun kondisi itu tak membuat Mey menyerah, dia tetap bertahan. Baginya, dimana ada usaha dan kesabaran pasti ada jalan. Perlahan namun pasti semangatnya berbuah hasil, satu persatu permintaan mulai berdatangan.

Sejak Agustus hingga kini, pelanggan tetap mulai meminta produknya. Toko souvenir dan ritel moderen mulai meminta produknya, begitu juga dengan pembelian online, mulai lancar lagi. Meski belum berjalan normal seperti biasa, namun dia sudah kembali mempekerjakan tiga orang ibu rumah tangga.

Baca Juga: Tempat Anak Gaul Manado Berburu Senja sambil Nongki Cantik

"Sebulan rata-rata bisa menjual sedikitnya 1.200 kemasan kantong nike tore ukuran 120 gram perkemasan, omzet per bulan 15 sampai 20 juta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini