Jembatan Beatrix, Aset Sejarah Peninggalan Belanda di Sarolangun Dipercantik

Rudi Ichwan, Jurnalis · Senin 23 November 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 408 2314240 jembatan-beatrix-aset-sejarah-peninggalan-belanda-di-sarolangun-dipercantik-ojuExKv2yG.JPG Jembatan Beatrix di Sarolangun, Jambi (Foto: Wisata Lengkap)

JEMBATAN Beatrix di Kota Sarolangun, Jambi merupakan salah satu ikon pariwisata bernilai sejarah. Saat diterapkan relaksasi pandemi Covid-19, warga kerap melepaskan kejenuhannya dengan berwisata ke sekitar jembatan yang dibangun pada 1937 itu.

Jembatan ini terbentang di atas Sungai Batang Tembesi. Waktu malam view di tempat ini cukup indah dengan dihiasi lampu berwarna-warni.

Aset sejarah peninggalan pemerintah kolonial itu diresmikan pada tahun 1939. Jembatan Beatrix sendiri memiliki panjang 197,4 meter dan lebar empat meter, dengan empat lengkungan.

Beatrix diambil dari nama putri Beatrix Wilhelmina Armgard, yaitu cucu dari Ratu Belanda, Wilhelmina.

Baca juga: Pantai Cimaja Dipromosikan sebagai Destinasi Wisata Selancar Internasional

Pada zaman kolonial Belanda, jembatan ini merupakan akses jalan utama untuk transportasi darat yang menghubungkan wilayah Sumatra, mulai Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi hingga menuju Pulau Jawa.

Kemudian pada tahun 1973 Jembatan Beatrix mengalami kerusakan di bagian ujung jembatan dan tidak bisa digunakan lagi.

Sebagai gantinya, pemerintah Indonesia membangun jembatan baru yang terletak di sebelah kanan Jembatan Beatrix. Jembatan baru ini menghubungkan jalan lintas Sumatra yang melewati Provinsi Jambi.

Setelah 27 tahun tak berfungsi, lantaran punya nilai sejarah dan berpotensi menjadi objek wisata hits, maka Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada 2000 silam memperbaiki bagian jembatan yang rusak.

Jembatan ini akhirnya kembali berfungsi sebagai jalan alternatif bagi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Agar lebih menarik dan bisa memandang jembatan dari berbagai sisi, pada 2017 lalu dibangunlah taman di sekitar Jembatan Beatrix yang diberi nama Tepian Cik Minah.

Di masa daptasi kebiasaan baru imbas pandemi Covid-19, Taman Cik Minah dan Jembatan Beatrix dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga Kota Sarolangun untuk melepas kepenatan selepas beraktivitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini