DPR: Proyek Taman Nasional Jangan Sampai Korbankan Komodo dan Warga Lokal

Antara, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 406 2314894 dpr-proyek-taman-nasional-jangan-sampai-korbankan-komodo-dan-warga-lokal-QyI3PLQpMQ.JPG Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi (Foto: Okezone.com/Feri Usmawan)

KOMISI IV DPR RI mendorong pengembangan kawasan pariwisata Taman Nasional (TN) Komodo untuk tidak mengorbankan komodo maupun masyarakat lokal yang telah ratusan tahun hidup berdampingan.

"Pengembangan bersifat investasi tidak boleh menggusur warga lokal dan tidak boleh memisahkan warga lokal dan komodonya, karena dia adalah saudara kembarnya," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi.

Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan akademisi dan masyarakat tentang pembangunan di TN Komodo, dipantau secara virtual kemarin.

Menurut Dedi, dari berbagai sudut pandang, orang lokal telah mengorbankan diri untuk hidup berdampingan dengan komodo.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Anda Harus Berkunjung ke Taman Nasional Komodo

Dengan status taman nasional, masyarakat lokal tidak melakukan eksploitasi dan hidup dengan berbagai batasan tidak bisa mengembangkan pertanian.

Hal itu berbeda dengan sifat dari investasi yang mengejar profit yang bisa diperoleh dari kawasan itu.

"Kalau keuntungannya sudah tidak ada, aspek ekonomi sudah tidak menjanjikan mereka juga akan pergi," terangnya.

Komentar senada disampaikan Prof Satyawan Pudyatmoko, guru besar bidang ilmu pengelolaan satwa liar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang turut hadir dalam RDPU tersebut.

Ia menegaskan bahwa wisata memang memungkinkan dalam kawasan taman nasional di zona pemanfaatan sesuai dengan ketentuan yang dibuat pemerintah, salah satunya lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.8 Tahun 2019 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam.

Jika sudah dilakukan di zona pemanfaatan, maka secara aspek legal sudah sah. Dosen Fakultas Kehutanan UGM menegaskan, tugas konservasi komodo yang harus dilakukan kawasan taman nasional itu tetap tidak boleh dikesampingkan.

"Bagaimanapun juga TN Komodo itu visinya adalah konservasi satwa yang namanya komodo. Kalau usaha wisata itu apabila dimungkinkan boleh dilakukan, tapi kalau tidak mungkin, komodo tetap jadi prioritas nomor satu," ujar Prof Satyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini