Peneliti IPB Minta Komodo di Luar Taman Nasional juga Diperhatikan

Antara, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 406 2314936 peneliti-ipb-minta-komodo-di-luar-taman-nasional-juga-diperhatikan-rTK4JhuK5r.JPG Komodo (Foto: Zy.co)

MINIMNYA aktivitas manusia di kawasan Taman Nasional Komodo imbas wabah pandemi Covid-19 tak pelak memengaruhi aktivitas komodo di daerah itu sehingga menjadi lebih aktif. Pola perilaku dapat berubah ketika kembali terjadi interaksi tinggi dengan wisatawan.

"Olahan data sementara menunjukkan bahwa sekarang komodo yang ada di Loh Buaya cenderung bergerak lebih aktif dibandingkan ketika 2019," ungkap peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Mirza Kusrini dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR RI tentang pembangunan fasilitas wisata di Loh Buaya, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara virtual kemarin.

Dijelaskannya, pada 2019, manakala pariwisata masih berjalan dengan frekuensi aktivitas manusia yang tinggi, komodo di daerah Loh Buaya cenderung berdiam di tempat yang sama. Berbeda dengan saat ini ketika mereka menjelajah ke daerah lain.

Komodo yang berada di Loh Buaya, sambung Mirza, yang memaparkan beberapa temuan penelitian tersebut, memang cenderung lebih terbiasa dengan manusia.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Anda Harus Berkunjung ke Taman Nasional Komodo

"Justru kami sebagai orang-orang yang bergerak di bidang konservasi satwa liar kami tidak bahagia dengan itu. Inginnya satwa liar harus tetap liar, jadi tidak boleh terlalu dekat dengan manusia," kata dosen di Departemen Konservasi Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB ini.

Mirza menyarankan agar terjadi pengurangan interaksi manusia terutama wisatawan dengan komodo.

Selain aktivitas komodo, peneliti IPB juga menemukan bahwa kondisi populasi dan habitat di TN Komodo masih dalam kondisi terjaga. Diperkirakan terdapat sekitar 3.022 ekor komodo yang berada di seluruh TN Komodo, atau naik dari 2.897 ekor pada 2018.

Namun, para peneliti memperingatkan masih adanya potensi ancaman terhadap spesies yang dilindungi itu. Mirza memberi contoh kemungkinan invasi spesies "alien" atau yang tidak asli daerah itu seperti kodok buduk.

Selain itu, terdapat persepsi konservasi yang rendah oleh masyarakat tidak hanya yang tinggal di TN Komodo, tapi juga yang berada di luar kawasan tersebut.

Dirinya juga mengingatkan bahwa komodo tidak hanya berada di daerah kawasan taman nasional tapi terdapat juga di daerah lain.

"Kami harapkan mendapat perhatian yang lebih banyak, karena selama ini orang kami lihat lebih banyak perhatian ke komodo di dalam Taman Nasional. Padahal di luar Taman Nasional ada juga komodo, dan mereka tidak terlalu diperhatikan," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini