Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Kebangkitan Pariwisata

Antara, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 406 2315126 disiplin-protokol-kesehatan-kunci-kebangkitan-pariwisata-qdbfoyrvBH.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai, penerapan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan promosi aman oleh pemerintah daerah (pemda) dapat memulihkan kembali sektor pariwisata di daerah. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan demi terwujudnya normalisasi pariwisata.

"Seluruh Pemda harus meyakinkan kepada calon pengunjung bahwa tempat (wisata) ini aman dengan menerapkan aturan protokoler dengan ketat,” ujar Wakil Ketua PHRI Semarang, Benk Mintosih, Selasa (24/11/2020).

Dia meyakini, dengan melakukan upaya itu, sejumlah tempat pariwisata bisa kembali hidup. Alasannya, karena masyarakat saat ini di satu sisi ingin sekali pergi berlibur setelah berbulan-bulan terpaksa tidak bisa ke mana-mana karena wabah. Tetapi di sisi lain, mereka takut akan tertular virus corona.

Baca juga: Penutupan Wisata di Banyumas Dilakukan Bertahap agar Ekonomi Tidak Lumpuh

Kepercayaan akan rasa aman dari Covid-19, saat ini, menjadi faktor yang mutlak dimiliki setiap calon pengunjung tempat pariwisata. Kepercayaan itu, menurutnya, harus dibangun melalui promosi oleh setiap Pemda.

“Seluruh dinas pemerintah harus berlaku (berperan) dua sisi sekaligus. Satu, setiap dinas harus menjadi dinas pariwisata. Kedua, setiap dinas harus jadi Satgas Covid,” kata Benk.

Pariwisata kata dia, adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh wabah Covid-19, sehingga membutuhkan penanganan khusus oleh Pemda untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi ini.

Masing-masing Pemda harus menetapkan protokol kesehatan untuk tempat pariwisata dan mempromosikan kepada masyarakat atau calon pengunjung bahwa tempat pariwisata di wilayahnya aman.

Selama wabah corona, banyak pelaku usaha di sektor pariwisata yang babak belur terkena dampak.

Oleh karenanya, PHRI menganggap diperlukan stimulus berupa subsidi listrik dan pajak dari pemerintah bagi pelaku usaha di sektor pariwisata.

“Kalau usaha pariwisata itu paling besar pengeluarannya di listrik, kemudian pajak. Minimal harus ada stimulan berkelanjutan untuk itu,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini