Corona Belum Mereda, Festival Supermoon 2020 Tetap Digelar

Selasa 24 November 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 406 2315158 corona-belum-mereda-festival-supermoon-2020-tetap-digelar-B8WtCdqf2S.JPG Gelaran Festival Supermoon 2020 di Magelang (Foto: KRjogja)

MESKI pandemi virus corona atau Covid-19 masih berkecamuk, Festival Supermoon 2020 tetap digelar. Kegiatan yang berlangsung pada 20-21 November itu tetap mengedepankan protokol kesehatan serta Clean, Health, Safety dan Environment (CHSE).

Festival Supermoon 2020 digelar di Kampung Semar Brongsongan, Wringin Putih, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini, merupakan perayaan kekayaan tradisi Indonesia yang menampilkan berbagai kesenian yang hidup di tengah masyarakat dengan tujuan merawat kekayaan tradisi, sekaligus mengaktualisasikannya dalam perubahan masyarakat modern.

Pimpinan Sanggar Kinnar Kinnari sekaligus panitia penyelenggara, Eko Sunyoto mengungkapkan, tahun ini Festival Supermoon mengutamakan pertunjukan tari dan mengambil tema "Ruwat Bumi" yaitu sebuah semangat manusia menghadapi perubahan iklim dan perubahan kesehatan dunia.

Festival Supermoon terselenggara atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Ingin Pariwisata Bali Bangkit Lagi? Penuhi Syarat Ini

“Kegiatan tahun ini, diisi oleh beberapa jenis kesenian yang berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Magelang. Di antaranya, Absara Kinnara, Tari Gedruk, Tari Topeng Ireng, Tari Soreng, Tari Kubro Siswo dan Midnite,” sebutnya, melansir laman KRjogja, Selasa (24/11/2020).

Disampaikan, festival ini diharapkan dapat merawat kekayaan tradisi di Kabupaten Magelang. “Semoga para penari dan para pengembang kebudayaan di Kabupaten Magelang, bisa termotivasi untuk tetap mengembangkan kebudayaan sehingga tradisi di wilayah ini,” lanjutnya.

Kepala Bidang Promosi dan Kelembagaan, mewakili Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Andi Gunawan P mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian budaya leluhur.

Sejak pandemi Covid-19 kata dia, para seniman hampir tidak pernah ada job dan pentas. Namun di sisi lain, mereka dituntut untuk tetap berkreasi dan berinovasi.

"Meski dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat. Kegiatan ini seolah menjadi obat pelipur lara bagi para seniman dan tetap bisa produktif serta nantinya menjadi penunjang pariwisata bila dijadikan kalender event,” ucap Andi.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Mantep Sudarsono.

Ia menyadari kerinduan para seniman untuk menyalurkan hobi sekaligus kreasinya. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak sejak adanya pandemi Covid-19.

"Sebelumnya, pada tahun 2020 ini, kami sudah agendakan setiap satu minggu sekali, teman-teman seniman pentas di panggung TIC Borobudur. Jadwal sudah jadi, bahkan sudah ada sekitar 4 hingga 5 grup kesenian yang sudah tampil. Namun kemudian, distop dan anggaran ditarik lagi untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini