Kalimantan Timur Kembangkan Ragam Potensi Ekowisata

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 406 2315349 sangkulirang-destinasi-wisata-di-kaltim-pas-untuk-liburan-masa-corona-exNuQI7jp0.jpg Wisata gua di Kaltim. (Foto: Dimas/Okezone)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengembangan destinasi wisata minat khusus. Tak terkecuali di masa pandemi Covid-19 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Sri Wahyuni menerangkan, bahwa basis wisata minat khusus berbasis wild life, alam dan budaya di Kaltim tersebar merata di 10 Kabupaten/Kota. Mengingat konsep wisatanya berbasis alam, ke depannya benchmark destinasi wisata di Kaltim akan dikembangkan berkonsep ekowisata.

"Ada banyak kawasan yang berpotensi dikembangkan untuk ekowisata. Contohnya ekowisata bahari seperti alut, sungai dan mangrove. Kami juga punya ekowisata berbasis hutan seperti Taman Nasional Kutai, hutan tropis, ditambah dengan pengamatan satwa khas Kalimantan ada orang utan, bekantan, beruang madu, dan pesut Mahakam," ujarnya kepada Okezone, di destinasi wisata Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Dari sisi Budaya, lanjut Sri Wahyuni, Kaltim memiliki wisata budaya yang sangat kompleks. Mulai dari budaya kesultanan yang tersebar di tiga tempat, lalu ada budaya pedalaman dengan banyaknya suku etnis dari masyarakat Dayak, serta budaya pesisir.

Dari ketiga potensi tersebut, Kabupaten Kutai Timur dinilai menjadi salah satu daerah yang berpotensi untuk menjadi top destinasi wisata di Kaltim. Bukan tanpa alasan, hadirnya Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat seolah menjadi angin sejuk bagi pariwisata Kaltim.

Baca Juga: Cara Membuat Visa ke Australia, Apa Aja Syaratnya?

Kawasan ini merupakan salah satu peninggalan batuan kapur yang cukup tua di Indonesia. Struktur tebing bebatuan yang kokoh nan indah menjadi daya tarik tersendiri.

Terdapat juga lorong rongga yang membentuk gua bawah tanah dengan suguhan gambar cadas berupa telapak tangan yang digadang-gadang merupakan jejak manusia purba.

"Gambar atau lukisan tangan itu menggambarkan jaman pra sejarah. Ini sangat luar biasa. Ketika peneliti menyampaikan bahwa disinyalir gua-gua di Kawasan Karat Sangkulirang-Mangkalihat berasal dari 40 ribu tahun lalu, Sangkulirang tentu menjadi bukan tempat yang biasa lagi. Karena awal mula nenek moyang kita ada di sana," terang Sri.

Komitmen Pemprov Kalimantan Timur dalam mendorong pengembangan potensi wisata minat khusus pun disambut baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saat ini, Kemenparekraf sedang mempersiapkan program dan strategi bangkit pasca pandemi melalui pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam, serta edukasi dan implementasi terkait protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Program pengembangan wisata minat khusus alam di Pulau Kalimantan sendiri diawali dengan kegiatan FGD Sangkulirang Road to Adventure Travel pada 19 November 2020 di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Kalimantan mempunyai potensi alam yang luar biasa. Pariwisata dapat hadir sebagai sebuah sektor pelapis kedua untuk menjadi tulang punggung pendapatan daerah,” tutur Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf Drs Alexander Reyaan M.M

Selain penerapan protokol CHSE dan pengenalan daya tarik wisata minat khusus di Sangkulirang, Kemenparekraf juga memberikan program dukungan terhadap komunitas lokal dalam upaya bersama meningkatkan pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam.

Bentuk dukungan yang diberikan kepada komunitas yang juga merupakan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu berupa penyediaan peralatan dan perlengkapan climbing pada destinasi wisata di Kaltim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini