Deretan Kuliner Lezat di Kawasan Danau Toba yang Siap Menggoyang Lidah Anda

Ilham Rachmatullah, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 301 2315976 deretan-kuliner-lezat-di-kawasan-danau-toba-yang-siap-menggoyang-lidah-anda-xduEPubiCn.jpg Mi gomak (Instagram @lilyminarosa)

DANAU Toba merupakan destinasi wisata andalan dan populer di Sumatera Utara. Selain Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia memiliki keindahan alam yang memukau. Hamparan bukit barisan yang mengelilingi danau dan Pulau vulkanik Samosir di tengahnya membuat pemandangan Danau Toba sangat eksotis.

Daya tarik lain dari kawasan Danau Toba ialah kulinernya yang khas. Di sekitar Danau Toba, wisatawan bisa menyantap beragam kuliner unik dan lezat.

Baca juga: Wisata Kuliner Legendaris di Malioboro, Ini Deretan Warungnya

Berikut ragam kuliner di kawasan Danau Toba yang penuh cita rasa dan wajib dicoba saat menyambangi danau eksotis ini.

Arsik

Arsik merupakan masakan atau kuliner berbahan dasar ikan, biasanya menggunakan bahan ikan mas atau bisa juga ikan nila dan daging yang berbumbu kuning dengan cita rasa asam dan pedas. Kuliner ini merupakan makanan khas masyarakat Batak Toba. Masakan ini kerap disajikan dalam upacara adat, baik perkawinan maupun kematian.

Arsik memiliki rasa yang sangat khas karena menggunakan bumbu andaliman atau biasa disebut merica batak. “campuran andaliman atau merica batak membuat masakan ini memiliki cta rasa khas yang sedikit pedas,” tulis keterangan dari Kemenparekraf.

ilustrasi

Arsik (Cookpad)

Nama Arsik diambil dari cara pengolahan atau memasaknya yaitu meng-arsik, yang berarti ikan diguyur atau disiram selama proses pembuatannya. Hal tersebut bertujuan agar ikan dan kuah bumbunya dapat meresap dan matang secara merata.

Mi Gomak

Sekilas Mi Gomak menyerupai dengan Mie Aceh karena bentuk dan warna mie yang hampir sama, namun letak perbedaanya ada pada ukuran Mie Gomak yang lebih besar dan padat. Ada berbagai cara pengolahan dalam membuat mie gomak ini, ada mie gomak kuah, mie gomak goreng dan mie gomak bumbu kacang.

Baca juga: Deretan Tempat Wisata Kuliner Populer di Puncak, Mana Favoritmu?

“Dinamakan Mie Gomak karena dahulu saat hendak disajikan dalam piring atau cawan, mie ini di gomak atau dijumput dnegan tangan” Tulis keterangan dari Kemenparekraf.

Mie Gomak memiliki tekstur yang kenyal dengan cita rasa yang pedas, gurih hingga asam. Dalam mengolahnya pun tidak bisa sembarangan, selain takaran bumbunya harus pas, proses memasak Mie Gomak juga harus menggunakan tungku tradisional agar aroma bumbu wangi saat matang dan meresap.

Naniura

Naniura merupakan makanan berbahan dasar olahan ikan yang dimakan secara mentah. Naniura juga merupakan kuliner khas Batak yang paling terkenal karena ikannya yang tidak dimasak melainkan hanya dibumbui. Dalam bahasa Batak, Naniura berarti ikan yang diasami.

Makanan tersebut tidak dimasak, digoreng, maupun direbus, akan tetapi dimatangkan dengan cara merendamnya dengan air asam lengkap dengan berbagai macam bumbu selama beberaa jam. Direndam dengan air asam jungga atau jeruk peruk, penggunaan asam inilah yang akan mematangkann daging ikan secara merata.

Rasa dari Naniura sendiri sedikit ketir di lidah dan pecah di mulut. Perpaduan rempah-rempah dan bumbunya membuat makanan ini terasa pedas, manis hingga segar.

ilustrasi

Naniura (Instagram @dapurcvill)

Pohul-Pohul

Pohul-Pohul merupakan kue dan kudapan khas tradisional Batak dari Tapanuli. Memiliki bentuk yang unik seperti kepalan, Pohul-Pohul diambil dari bahasa Batak yang artinya kepalan tangan. Ada dua cara dalam menyajikan kue ini yaitu dibiarkan mentah atau dikukus.

“Pohul-Pohul merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras yang dihaluskan dengan campuran kelapa parut, gula, dan sedikit air” Tulis keterangan dari Kemenparekraf. Dahulu makanan ini sering disajikan dalam acara adat Batak Marhusip, yaitu sebuah musyawarah adat persiapan pernikahan,

Pohul-Pohul juga sarat akan makna filosofis. Pertama, pohul-pohul dibentuk dengan diremas secara kuat sehingga membentuk kue yang tidak mudah hancur. Kedua, bekas lima jari dalam permukaan kue melambangkan dua hal, yaitu jabatan tangan tanda kesepakatan dan lima waktu penting dalam budaya Batak atau disebut hatihasilima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini