Kembangkan Wisata Minat Khusus, Kaltim Batasi Kunjungan Wisatawan pada 2021

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 406 2315599 kembangkan-wisata-minat-khusus-kaltim-batasi-kunjungan-wisatawan-pada-2021-2Az4DWeq5B.JPG Kadispar Kaltim, Sri Wahyuni (Foto: Antara)

DINAS Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur berencana membatasi jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2021 mendatang. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, pergerakan wisatawan di Kaltim sejatinya telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kaltim menyentuh angka 7 juta kunjungan. Sementara untuk wisatawan mancanegara dilaporkan mencapai lebih dari 60 ribu kunjungan.

Namun dengan kondisi seperti saat ini, konsep wisata mass tourism yang sebelumnya diterapkan oleh banyak daerah di Indonesia dinilai tidak lagi relevan.

Baca juga: Sangkulirang, Destinasi Wisata di Kaltim Pas untuk Liburan Masa Corona

Ke depannya, wisata berkualitas atau quality tourism lah yang diprediksi akan diburu oleh wisatawan karena menawarkan kenyamanan dan keamanan.

"Pergerakan wisatawan sebetulnya sudah lumayan. Tapi target tahun depan, karena 2021 masih transisi pandemi Covid-19. Mungkin running target kunjungannya di tahun 2022. Tahun depan kami lebih cenderung memikirkan bagaimana menyiapkan destinasi itu lebih siap dulu," kata Sri Wahyuni saat ditemui Okezone di Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Jangan sampai, lanjut Sri Wahyuni, ketika pintu pariwisata sudah dibuka kemudian orang-orang sudah terburu-buru datang ke Kalimantan Timur, fasilitas dan sarana prasarana pendukung seperti protokol kesehatan dan sistem keamanannya belum siap.

Oleh karenanya, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur akan memetakan mana saja destinasi wisata yang sudah ramai dikunjungi wisatawan, untuk dibagi lagi caring capacitynya. Dalam arti lain, kemungkinan besar akan terjadi pembatasan jumlah kunjungan wisatawan.

"Pulau Kakaban di Kabupaten Berau itu sudah di Batasi, Taman Nasional Kutai pun sampai saat ini masih ditutup untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Destinasi lain akan mengikuti, dan ini tidak mudah karena destinasi tersebut berada di kabupaten/kota," kata Sri.

"Tentu Pemerintah Provinsi harus bersinergi dengan stakholders terkait dalam rangka menerapkan konsep eko wisata. Kualitas itu kan tidak hanya jumlah orang, tapi spendingnya lebih besar, kemasan lebih baik dengan pengalaman yang lebih baik," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini