1 Desember, Kepulauan Derawan Mulai Dibuka bagi Wisatawan Mancanegara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 406 2315602 1-desember-kepulauan-derawan-mulai-dibuka-bagi-wisatawan-mancanegara-LgqlxYlh9j.JPG Pesona bahari Kepulauan Derawan, Kaltim (Foto: Instagram/@derawantrip)

TIM Satuan Tugas Provinsi Kalimantan Timur akhirnya memberi lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten Berau untuk membuka kembali pintu pariwista Kepulauan Derawan bagi wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan, reaktivasi Kepulauan Derawan akan dilakukan pada 1 Desember mendatang. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para wisatawan maupun pelaku wisata di Kabupaten Berau.

Seperti diketahui, pariwisata memang menjadi sektor andalan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur selain pertambangan. Namun semenjak pandemi Covid-19 melanda, pariwisata Berau dilaporkan lesu bahkan nyaris lumpuh total.

Baca juga: Berkunjung ke Wisata Alam Sevillage, Cocok Buat Camping Keluarga Milenial

Padahal, Kabupaten Berau terus berupaya mendorong pengembangan pariwisata, agar ke depannya tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan.

"Karena kasus Covid-19 di setiap kabupaten/kota berbeda, aktivitasi pariwisatanya juga berbeda. Di Kepulauan Derawan, Satgas mengizinkan per 1 Desember WNA sudah bisa masuk" kata Sri Wahyuni saat ditemui Okezone di Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin 23 November 2020.

Contoh selanjutnya adalah Taman Nasional Kutai. Sri Wahyuni mengatakan, hingga saat ini Taman Nasional Kutai pun masih ditutup meskipun banyak WNA yang masih terjebak di Indonesia Indonesia karena tidak bisa pulang ke negaranya, dan ingin sekali ke sana.

Namun di sisi lain, pariwisata Kalimantan Timur dilaporkan kembali bergeliat meski sempat jatuh bangun selama pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan meningkatnya okupansi hotel sepanjang liburan long weekend beberapa waktu lalu.

"Untuk gambaran di Kaltim, mulai cuti bersama kemarin pergerakan pengunjung dan okupansi di hotel-hotel itu sudah mulai tinggi, bahkan sampai akhir tahun sudah mulai di-booking," kata Sri Wahyuni.

"Bisa jadi karena dari teman-teman industri pariwisata memberikan diskon dan promo menarik untuk menggaet wisatawan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini