Pengelola Wisata Tanah Lot Wajibkan Wisatawan Patuhi Protokol Kesehatan Ketat

Antara, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 406 2315609 pengelola-wisata-tanah-lot-wajibkan-wisatawan-patuhi-protokol-kesehatan-ketat-FjLW1CBIDV.JPG Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata (Foto: Kemenparekraf)

PENGELOLA wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada wisatawan. Protokol tersebut meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Di masa pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan domestik dari berbagai daerah di luar Bali yang mengunjungi objek wisata Tanah Lot kian hari kian meningkat,” kata pengelola wisata Tanah Lot, Toya Adnyana.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di daerah tujuan wisata Tanah Lot tercatat mulai 21 November 2020 terdapat 1.747 orang, pada 22 November 2020 1.373 orang dan 23 November 2020 785 orang.

Toya mengaku pihaknya berusaha mencegah terjadinya penularan Covid-19 di objek wisata Tanah Lot dengan memberlakukan aturan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Baca juga: Berkunjung ke Wisata Alam Sevillage, Cocok Buat Camping Keluarga Milenial

“Wisatawan wajib masker dan jaga jarak, wisatawan yang datang ke tempat kami untuk berlibur harus menaati aturan tersebut, itu syarat mutlak,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan imbauan itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti klaster Covid-19 di objek wisata ini.

“Kami telah membuat skema protokol kesehatan di Tanah Lot dimulai dari pintu masuk, sampai di dalam objek wisata dengan menyiapkan alat cuci tangan sebanyak 25 unit, agar wisatawan tak lupa mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” tuturnya,

Aturan protokol kesehatan di Tanah Lot itu mendapat respons positif dari para pelancong yang berlibur ke objek wisata tersebut.

“Dari bandara sudah ada aturan protokol kesehatan yang ketat dan sampai Tanah Lot ini juga sangat ketat. Ini sangat bagus untuk mencegah penularan virus Covid-19 di tempat wisata,” ungkap wisatawan asal Jakarta, Nora.

Sensasi berbeda dirasakan pula oleh Devi, seorang wisatawan domestik asal Bogor, Jawa Barat. Menunjukkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 saat pelesiran merupakan pengalaman pertama yang dialaminya sebagai pelancong.

“Masuk Bali harus menunjukkan surat kesehatan hasil rapid test atapun swab, ini membawa saya ke rasa aman untuk memutuskan libur ke Bali. Pengalaman saya baru pertama kali liburan ke Bali dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, nyaman sih dan saya berharap kondisi ini cepat berlalu, normal, seru tempat wisata ramai kembali,” kata Devi.

Terkait dengan libur panjang pada bulan Desember 2020, pengelola destinasi wisata Tanah Lot menargetkan jumlah kunjungan per harinya mencapai 2.000 orang pengunjung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini