Kepentingan Pariwisata Jangan Sampai Abaikan Habitat Komodo

Antara, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 406 2316012 dpr-kepentingan-pariwisata-jangan-sampai-abaikan-habitat-komodo-DfF0HBBqfX.JPG Seorang turis berpose bersama komodo (Foto: Instagram/@reptile_giant)

KOMISI V DPR RI menegaskan bahwa kepentingan sektor pariwisata tidak boleh mengabaikan habitat dari komodo yang tersebar di sejumlah pulau termasuk di Pulau Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kepentingan pariwisata juga tidak boleh mengabaikan kepentingan menjaga habitat asli dan konservasi komodo sebagai jenis kadal terbesar di seluruh dunia yang masih bertahan hidup," tegas anggota Komisi V DPR, Johan Rosihan.

Menurut Johan, hal itu demi merespons rencana pembangunan sarana dan prasarana wisata alam Loh Buaya di Pulau Rinca, Provinsi NTT.

Ia menyatakan, aspek lingkungan harus menjadi prioritas dan harus ada upaya restorasi habitat untuk mengembalikan fungsi habitat yang terdampak proses pembangunan sarana dan prasarana wisata alam Loh Buaya tersebut.

Baca juga: 5 Jembatan Instagramable di Yogyakarta, Cocok Buat Hunting Foto

Dirinya juga menjelaskan, bahwa diperlukan kajian komprehensif tentang dampak adanya bangunan baru atau infrastruktur pariwisata terhadap perilaku satwa liar di Loh Buaya tersebut.

"Bahkan hal yang sangat penting saat ini ialah melakukan penataan sarpras (sarana prasarana-red) pariwisata terhadap ekosistem, karena proses pembangunan dan aktivitas manusia pasti akan selalu menimbulkan dampak gangguan bagi ekosistem," terang dia.

Ia lantas mempertanyakan analisis dan konsep pembangunan infrastruktur pariwisata di Pulau Rinca, NTT ini, apakah tidak mengancam keutuhan ekosistem satwa endemis.

Pemerintah, lanjutnya, harus menyadari bahwa lahan pembangunan tersebut merupakan daerah konservasi sehingga berpotensi mengganggu kehidupan satwa.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa kepentingan pariwisata tidak boleh mengalahkan urgensi menjaga kawasan konservasi,” tegas Johan.

Lebih lanjut Johan juga meminta jaminan kepada seluruh pihak terkait bahwa pembangunan tersebut tidak merusak keaslian habitat komodo.

Pemerintah sejatinya menjadikan infrastruktur sebagai pendukung pelestarian populasi spesies komodo berserta habitatnya yang berdampak positif bagi perekonomian nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini