Pengembangan Geopark Ciletuh- Palabuhanratu Perlu Riset Berkelanjutan

Antara, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 406 2316612 pengembangan-geopark-ciletuh-palabuhanratu-perlu-riset-berkelanjutan-AaeTTj9ZVn.jpg Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat (Explorejabar)

PENGEMBANGAN Geopark Ciletuh diperlukan adanya kerja sama riset berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Langkah tersebut diharapkan bisa mempertahankan status Geopark Ciletuh Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran (Unpad) Prof. Mega Fatimah Rosana mengatakan, pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mestinya tidak hanya dilakukan oleh satu sektor saja.

 Baca juga: Jabar Pertahankan Status UNESCO Global Geopark untuk Ciletuh-Palabuhanratu

Namun jolaborasi Pentahelix sangat dibutuhkan, termasuk peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset di kawasan taman kebumian tersebut.

Mega menilai, keikutsertaan Unpad pada pengajuan Geopark Ciletuh ke UNESCO 2017 silam menjadi keunggulan dibanding pengajuan geopark lainnya di Indonesia. Ini didasarkan, kontribusi akademisi menjadi nilai tambah untuk Geopark.

Keikutsertaan Unpad pun telah berhasil mengantarkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu memperoleh status UGG pada 2018. Karena itu, Mega menekankan agar kontribusi Unpad dalam proses validasi ini semakin ditingkatkan. Salah satu upayanya adalah memasifkan kembali aktivitas riset di kawasan Geopark Ciletuh.

Baca juga: Ridwan Kamil Bocorkan 3 Surga Tersembunyi di Jawa Barat, Penasaran?

Riset tersebut, lanjutnya, berperan penting dalam menunjang status Geopark sebagai media edukasi. Beragam keanekaragaman hayati, budaya, hingga sosial masyarakat penting untuk dilakukan penelitian.

“Edukasi itu harus berjalan setiap tahun. Dan riset itu tidak boleh berhenti, harus ada temuan-temuan terbaru. Banyak aspek yang bisa kita gali berdasarkan keilmuan yang ada di Unpad,” kata Mega.

Terkait proses re-validasi ini, Unpad melalui FTG telah menjalin kerja sama dengan badan pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu untuk membantu proses penyusunan dokumen yang akan diajukan ke UNESCO.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini