Wisatawan Indonesia Terbesar Kedua di Singapura, Tembus 3,1 Juta Orang!

Antara, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 406 2316796 wisatawan-indonesia-terbesar-kedua-di-singapura-tembus-3-1-juta-orang-bCF2XSBRM3.JPG Ilustrasi (Foto: Freepik)

JUMLAH wisatawan asal Indonesia jadi yang terbesar kedua di Singapura setelah China, namun pandemi Covid-19 membuat jumlah kunjungan turis menurun secara drastis.

Perwakilan Singapore Tourism Board Area Indonesia, Mohamed Firhan Abdul Salam mengatakan, berdasarkan data 2019, jumlah turis asal Indonesia mencapai 3,1 juta orang.

Oleh karenanya, pasar Indonesia sangatlah penting untuk menjadi sasaran utama saat memulihkan kembali industri travel.

Baca juga: Inggris Pangkas Masa Karantina bagi Wisatawan Asing Jadi 5 Hari

"Market Indonesia itu sangat penting bagi tourism Singapura, terbesar kedua setelah China. Namun dampak dari Covid-19 terjadi penurunan hingga 99,9 persen untuk market kedatangan karena perbatasan Singapura ditutup pada Februari tapi penurunan ini bukan hanya dari Indonesia tapi secara global," ujar Firhan saat berbincang dalam acara TravelRevive di Singapura, Kamis (26/11/2020).

Saat ini Singapura belum membuka diri untuk kunjungan wisata. Yang bisa masuk negara tersebut hanya untuk urusan bisnis esensial atau perjalanan diplomatik serta kedinasan yang mendesak.

Waktu kunjungan ini pun hanya berlaku selama 10 hari dan tidak bisa diperpanjang. Perjalanan tersebut harus mendapat persetujuan dari pihak perusahaan Singapura ataupun agensi pemerintah.

"Jadi itu harus di-endorse dan di-approve dulu sebelum mereka tiba ke Singapura. Jadi sebelum mereka datang itu bikin permohonan atau perizinan dulu, ke Singapura atas dasar apa, meeting sama siapa, dan itu nanti di-review dulu. Baru nanti di-review baru di-approval, ngurus tiket dan lain-lain. Buat waktu sekarang, jalur itu aja yang terbuka dari Indonesia," paparnya.

Firhan juga menegaskan bahwa perjalanan ini harus sesuai dengan isi permohonan yang sebelumnya telah diajukan dan tidak diperkenankan untuk berkunjung ke destinasi wisata atau perbelanjaan.

"Kalau acaranya tiga hari, selepas tiga hari ya langsung pulang. Enggak bisa ditambahkan dengan mungkin ketemuan sama teman atau keluarga atau leisure trip itu enggak dibenarkan, itu belum bisa," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini