Indonesia Pakai Strategi Australia untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Inda Susanti, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 406 2316812 indonesia-pakai-strategi-australia-untuk-gaet-wisatawan-mancanegara-I3JOqAEm22.jpeg Menparekraf Wishnutama Kusubandio (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk mengubah strategi dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), di mana ke depan fokusnya lebih ke turis yang berkualitas ketimbang kuantitas.

"Restrategi dari kuantitas ke kualitas ini sudah kita putuskan sebelum pandemi. Ternyata, strategi quality tourism ini juga tepat diterapkan setelah pandemi," ujarnya dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2020).

Baca juga:  Susi Pudjiastuti: Kalau Tak Dukung Pariwisata Indonesia Akan Saya Tenggelamkan

Sebagai catatan, dalam quality tourism penekanannya bukan semata mengejar target jumlah wisman melainkan juga lama tinggal wisman di Indonesia, sehingga spending atau belanja wisman juga lebih tinggi. Dengan begitu, ekonomi berputar dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

"Contoh penerapan quality tourism yang berhasil itu di Australia, mereka kunjungan wismannya hanya 10 juta tapi devisanya mencapai 45 miliar dolar. Memang Australia dan Indonesia beda tapi kita harus berpikir ke arah sana dan membangun ekosistem untuk menunjang pariwisata berkualitas," sebutnya.

Menurut Wishnutama, konsekuensi dari perubahan strategi ini akan luar biasa bagi kemajuan pariwisata Indonesia, namun dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders. Pasalnya, banyak aspek yang harus disiapkan dan diperbaiki seperti infrastruktur dan konektivitas yang memudahkan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi.

"Perlu effort luar biasa, mulai dari bandaranya, aviasi, daya tarik destinasi pariwisata, pemasaran, dan sebagainya. Memang karena kondisi pandemi agak terhambat tapi bukan berarti kita tidak siapkan, sehingga nanti ketika pariwisata sudah dibuka lagi untuk wisman kita sudah siap," tuturnya.

Dia mengungkapkan, pengembangan lima destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba dan Likupang, merupakan salah satu upaya menyiapkan destinasi berkualitas.

Baca juga: Menikmati Lukisan Alam di Sungai Jelai-Bengalon Sangkulirang

Selain itu, dalam merancang dan memasarkan produk wisata juga harus dipastikan ada kekhasan atau keunikan yang ditawarkan dari suatu daerah. Pasalnya, wisman datang ke suatu daerah tentunya ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari kesehariannya.

Artinya, kata Wishnutama, kekayaan budaya Indonesia harus dipertahankan dan diperkuat sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisman. "Ini penting untuk menciptakan kualitas pariwisata kita. Membangun destinasi berkualitas itu bukan menciptakan pencakar langit. Sudah terbukti, yang terbaik bukan hotel pencakar langit dan mewah, justru yang autentik dan menawarkan pengalaman unik," tandasnya.

Dia juga menekankan pentingnya peran teknologi dalam pariwisata, misalnya dalam hal analisa big data untuk mengetahui jumlah ataupun pola perjalanan wisman. Dengan demikian, promosi dapat dilakukan dengan menyasar segmen pasar yang tepat.

Seperti diketahui, besarnya potensi pariwisata di Indonesia belum sebanding dengan jumlah kunjungan wisman. Pada 2019, tercatat kunjungan wisman ke Tanah Air sebanyak 16 juta, kalah jumlah dari negara tetangga.

Pada tahun yang sama, Malaysia dikunjungi sebanyak 25 juta wisman, Singapura 19 juta wisman, Vietnam 18 juta wisman, dan Thailand hampir 40 juta wisman.

 ilustrasi

Wishnutama menyebut salah satu penyebab minimnya kunjungan wisman ke Indonesia adalah jumlah penerbangan dan seat capacity yang belum memadai.

"Penerbangan ke Indonesia ada 25 juta per tahun, padahal Malaysia 44 juta dan Thailand 60 juta. Saya bersama Menhub (menteri perhubungan) sedang melakukan restrategi agar jumlah penerbangan bisa bersaing dengan negara tetangga," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini