Menikmati Fajar di Masjid Raya Baiturrahman, Ikon Wisata Religi Aceh

Kiswondari, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 408 2316763 menikmati-fajar-di-masjid-raya-baiturrahman-ikon-wisata-religi-aceh-IV0OvZijwE.jpg Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (Sindonews/Kiswondari)

ACEH merupakan provinsi yang dijuluki sebagai serambi Makkah. Selain pernah jadi tempat persinggahan jamaah haji nusantara pada zaman dulu, julukan ini disematkan karena Aceh sangat kental dengan kebudayaan Islam, khususnya pada masa kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17.

Dan Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di Kota Banda Aceh menjadi ikon yang paling masyhur.

Baca juga: Makam Sultan Iskandar Muda, Objek Wisata Religi Penuh Sejarah Kegemilangan Aceh 

Masjid ini menjadi magnet bagi masyarakat lokal dan juga wisatawan dari luar Aceh. Bukan sakadar mengambil gambar di halamannya yang mirip dengan Masjidil Haram di Makkah, wisatawan muslim pun pasti menyempatkan diri untuk sholat di masjid ini.

Begitu juga saya yang mendapatkan kesempatan bermalam di Banda Aceh. Setelah mengunjungi Masjid Baiturtahman pada sore hari, saya tertarik juga untuk kembali ke Masjid Baiturrahman pada waktu sholat Subuh, saat melihat layanan antar-jemput di hotel tempat saya menginap.

 ilustrasi

Sekitar pukul 4.50 WIB, saya bersama beberapa tamu hotel menuju Masjid Baiturrahman. Jalanan di Kota Banda Aceh subuh itu masih sangat lengang, hanya ada sekitar 1-2 mobil yang lalu lalang di jalan raya. Langitnya pun masih gelap seperti malam.

Hanya butuh sekitar 7 menit saja menuju Masjid yang tetap utuh saat peristiwa Tsunami Aceh pada 2004 silam itu. Setibanya di sana, lantunan ayat suci Alquran nan merdu sudah menyambut kami.

Baca juga: Kisah Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh 

Di halaman masjid, nampak ada 2 orang saja yang sedang berfoto, tak seperti di waktu sore di mana banyak orang di halaman dan mencari angle terbaik foto mereka. Di beberapa sudut halaman masjid juga ada beberapa orang yang tengah menanti adzan Subuh.

 

Tepat pukul 5.10 WIB, adzan Subuh berkumandang di Masjid Baiturrahman, di dalam masjid sudah ada sekitar 50 orang yang menunggu waktu Subuh.

Sekitar pukul 5.22 WIB, Sholat Subuh berjamaah dimulai dengan sekitar 90 orang jamaah laki-laki dan perempuan yang berbaris membentuk shaf secara berjarak, sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Imam solat Subuh, Teungku Salman Syarifuddin memimpin sholat Subuh dengan khusyuk, lantunan ayat sucinya pun terdengar amat merdu. Seusai sholat, ditutup dengan ceramah Subuh yang disampaikan oleh Tamliha Ihsan.

Isi ceramahnya ringan dan menyejukkan, diawali dengan menjaga rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Menjaga ketaatan kepada Allah SWT dengan sholat berjamaah.

Dilanjutkan dengan kisah mengenai Perang Badar. Sayangnya, saya tidak bisa mendengarkan hingga selesai, karena shuttle hotel telah menjemput pada pukul 5.45 WIB dan kembali ke hotel dengan matahari yang belum kunjung nampak.

Keesokan paginya, saya bersama beberapa tamu hotel kembali ke Masjid Baiturahman. Namun kali ini lebih ramai, ada sekitar 150 orang jamaah, nampak ada puluhan prajurit TNI yang ikut melaksanakan sholat Subuh berjamaah.

Kali ini, dengan imam yang berbeda, yakni Jamhuri Ramli. Lantunan ayat suci Al-Qurannya sama merdunya dengan imam di hari sebelumnya.

ilustrasi

Dan ceramah Shubuh diisi oleh Fauzi Saleh yang membahas tentang rasa nikmat dan syukur dengan mencontohkan bentuk syukur yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Menanti fajar di Serambi Makkah merupakan pengalaman religius yang menenangkan dan tidak bisa didapat di daerah manapun di Indonesia.

Namun, bagi yang hendak mengunjungi Masjid Baiturrahman, sebaiknya mengenakan pakaian yang sopan, dan tidak mengenakan celana jeans, khususnya bagi perempuan yang diwajibkan mengenakan kerudung saat berada di Aceh.

Karena perempuan dengan celana jeans dan pakaian ketat tidak diperkenankan masuk, bahkan ke halaman masjid sekalipun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini