Indonesia Siapkan Destinasi untuk Terima Lagi Kunjungan Wisatawan Asing

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 406 2317089 indonesia-siapkan-destinasi-untuk-terima-lagi-kunjungan-wisatawan-asing-V1bRCLWdQI.jpeg Menparekraf Wishnutama Kusubandio (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, perlu adanya sinergi, kolaborasi antarakementerian dan lembaga serta stakeholders terkait dalam membuka kembali destinasi wisata terutama untuk wisatawan mancanegara.

“Membuka kembali destinasi wisata terlebih lagi untuk perbatasan internasional atau menerima wisawatan mancanegara tidak sesederhana mengatakannya, kompleksitasnya cukup tinggi, begitu juga kalau kita bicara travel bubble,” kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (27/11/2020).

 Baca juga: Kuota Pengunjung Candi Borobudur Ditambah Jadi 4.000 Orang Per Hari

“Diperlukan upaya bilateral untuk menghasilkan kesepakatan antardua negara terkait, seperti menerapkan standar protokol kesehatan yang sama,” lanjut mantan pemimpin media ini.

Pariwisata Indonesia saat ini masih ditutup untuk wisatawan mancanegara. Objek wisata di Tanah Air saat ini sudah dibuka kembali setelah tutup akibat pandemi Covid-19, tapi khusus untuk wisatawan domestik. Turis asing yang masih tertahan di Indonesia karena belum bisa kembali ke negaranya diperbolehkan berkunjung.

 

Dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis 26 November 2020, Wishnutama mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait sedang menyiapkan destinasi wisata agar dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara.

Baca juga:  Corona Masih Mewabah, Disbudpar Bandung Fokuskan 10 Agenda Pariwisata 2021

Kemenparekraf terus berkoordinasi misalnya dengan Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur, Kementerian Perhubungan dalam menyiapkan akomodasi terkait seat capacity, dan koordinasi dengan Polri untuk memperkuat keamanan dan keselamatan melalui polisi pariwisata.

Selain itu, Menparekraf juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Menteri BUMN untuk membahas rencana dibuka kembalinya destinasi wisata di Bali bagi wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan, mengingat saat ini Bali sedang menekan angka penularan Covid-19, maka diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk membuka kembali destinasi wisata di Bali.

“Bali telah menerapkan protokol kesehatan sejak Juli 2020, bekerja sama dengan industri-industri yang kebetulan sudah memiliki sertifikat LSU, hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan percaya bagi wisatawan,” kata Putu.

Putu Astawa juga mengatakan Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata, karena sektor itu menampung sebanyak 1,245 juta tenaga kerja. Selain itu pariwisata juga menghasilkan devisa dan memberikan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.

“Sehingga diperlukan analisis kajian secara selektif, terbatas, dan bertahap untuk melakukan reopening destinasi wisata,” kata Putu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini