Luhut: Perlu Ketenangan dan Kedamaian Jual Pariwisata Indonesia

Antara, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 406 2317335 luhut-perlu-ketenangan-dan-kedamaian-jual-pariwisata-indonesia-ygBXCf6M8U.JPG Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone.com)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan perlunya ketenangan dan kedamaian agar dapat menjual potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.

Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) "Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas" Luhut menjelaskan bahwa pariwisata Indonesia masih kalah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara dalam sejumlah hal, tapi Indonesia hanya kalah dalam cara menjual.

"Kita menjualnya kurang dan itu memerlukan ketenangan dan kedamaian. Saya ulangi, ketenangan, kedamaian. Dan ketenangan, kedamaian, itu dilakukan oleh kita para pemimpin intelektual ini," kata Luhut, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Wishnutama Ungkap Strategi Bangkitkan Pariwisata Indonesia Melalui Quality Tourism

Dirinya meminta sejumlah oknum tidak lagi menjual ide-ide kekerasan yang kemudian membuat Indonesia ditakuti. Ia juga meminta jangan karena ambisi politik lalu sengaja menimbulkan keributan.

"Sebagai yang paling senior di ruangan ini, saya sampaikan itu. Jadi, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik kita, ambisi-ambisi politik kita, birahi kekuasaan kita, kita buat keributan-keributan. Itu saya kira adalah dosa yang paling besar dari seorang pemimpin yang mengetahui itu," paparnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia tidak kalah dari segi alam, kebudayaan, kuliner hingga hiburan. Sayangnya, ia mengakui memang masih ada kekurangan di sejumlah titik, misalnya infrastruktur hingga keramahtamahan penduduknya.

"Saya cukup banyak keliling dunia, apa yang kita lihat di Labuan Bajo, misalnya, di Mandalika, di Bali, di beberapa spot, di Toba, itu tempat-tempat yang sangat indah sekali. Tapi kita kurang menjual karena banyak hal tadi, masalah infrastrukturnyalah, keramahtamahanlah," kata dia.

Oleh karenanya, ia meminta segenap masyarakat kompak dan ikut mendorong pengembangan pariwisata nasional. Sekarang kata dia, yang terpenting bagaimana menciptakan lapangan kerja dan mendidik orang untuk ramah tamah.

"Jangan kebencian, anger yang kita tampilkan. Di kejadian akhir-akhir ini, itu juga membuat orang menilai negara ini begini aja. Kalau orang takut datang kemari, yang akan rugi itu rakyat kecil. Jadi kita sebagai pemimpin, harus memberikan kedamaian, ketenangan dan memberikan kesan, kau datang kemari, kau pasti kita jamin," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini