Cara Warga Amerika Rayakan Hari Thanksgiving Parade Macy's di Tengah Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 406 2317395 cara-warga-amerika-rayakan-hari-thanksgiving-parade-macy-s-di-tengah-covid-19-qsDQFiNPb0.jpg Warga melihat jendela Natal toko Mecy's Herald Square, New York City (Reuters/Antara)

RAKYAT Amerika Serikat merayakan Hari Thanksgiving atau hari bersyukur atas panen dan berkah lain, pada Kamis 26 November 2020. Perayaan dilakukan dengan parade Macy's. Tapi, karena pandemi Covid-19, parade tahunan ini digelar secara terbatas pada acara televisi saja.

Banyak keluarga hanya bisa terhubung melalui video atau berduka atas kehilangan orang yang dicintai karena Covid-19.

Baca juga: Sejarah Perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat

Thanksgiving biasanya menjadi hari bagi keluarga dan teman-teman berkumpul dalam jumlah besar untuk berpesta makan daging kalkun dan pai labu serta mengingat berkah hidup. Momen itu telah diubah oleh pandemi virus corona, dengan kasus dan kematian melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Cuaca yang lebih dingin juga mendorong orang-orang berada dalam ruangan, tempat virus bisa menyebar dengan lebih mudah.

Parade Hari Thanksgiving Macy's di New York, Amerika Serikat tontonan karakter balon raksasa yang selama hampir satu abad membuat anak-anak terkesima, digelar secara jauh lebih sederhana.

Rute parade dikurangi menjadi satu blok --bukan 2,5 mil, pemegang balon hias yang melayang-layang di udara diganti dengan kendaraan yang dirancang khusus; dan penonton dilarang berbaris di jalanan seperti sebelumnya.

Baca juga:  Singapura Perkenalkan Cara Baru Berwisata di Masa Depan

Acara tersebut ditutup pada siang hari setelah diisi dengan tiga jam pertunjukan musik, kendaraan hias, dan balon. Pertunjukan antara lain menampilkan bintang musik Dolly Parton dan balon raksasa karakter Snoopy setinggi empat lantai dengan perlengkapan astronot. Semuanya berlangsung tanpa kehadiran jutaan orang yang dulu biasanya berkerumun di jalanan untuk menonton.

Barikade dari besi untuk membatasi penonton tidak menghalangi orang-orang seperti Brian Campbell, 55 tahun, warga asal Rockaway, New Jersey, yang menggambarkan parade tahun ini "mengecewakan".

Liburan dirayakan pada saat tekanan ekonomi yang parah berdampak bagi jutaan orang Amerika. Lebih dari 20 juta orang menerima beberapa bentuk tunjangan pengangguran.

Gelombang baru pemecatan diperkirakan akan terjadi karena gubernur memberlakukan pembatasan bisnis dalam upaya untuk mengurangi angka infeksi yang membengkak.

Asia Foreman, yang baru-baru ini mendirikan organisasi nirlaba bersama saudara perempuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental, bekerja pada Kamis sore untuk menyelesaikan pengiriman 500 paket ayam, makaroni dan keju, ubi dan sayuran hijau di Washington, D.C.

"Kami ingin memberi makan orang sebanyak mungkin sehingga kalkun tidak ada dalam anggaran," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/11/2020).

Baca juga:  Indonesia Siapkan Destinasi untuk Terima Lagi Kunjungan Wisatawan Asing 

Banyak orang di komunitasnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan. "Banyak orang belum dapat menemukan pekerjaan baru untuk menafkahi keluarga mereka karena COVID. Itu bukan salah mereka," ujarnya.

Pasien rawat inap dengan COVID-19 di AS mencapai rekor lebih dari 89.000 pada Rabu 25 November. Para ahli memperingatkan bahwa perayaan Hari Thanksgiving dapat menyebabkan lonjakan kasus dan secara signifikan meningkatkan jumlah kematian, yang secara nasional telah melebihi 262.000 orang.

Meskipun ada saran dari Pusat Pengendalian Penyakit untuk tinggal di rumah selama liburan, hampir enam juta orang Amerika melakukan perjalanan melalui udara dari Jumat hingga Rabu, menurut Badan Keamanan Transportasi AS, meskipun itu kurang dari setengah angka selama periode yang sama tahun lalu.

Banyak warga Amerika tidak bertemu orang yang mereka cintai selama berbulan-bulan dan menganggap acara kumpul-kumpul tahunan cukup penting untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

Hampir 40 persen berencana untuk menghadiri "pertemuan berisiko" selama musim liburan, baik lebih dari 10 orang atau dengan orang-orang dari luar rumah mereka, dan sepertiga tidak akan meminta tamu-tamu mereka mengenakan masker, menurut survei nasional oleh Universitas Negeri Ohio Pusat Medis Wexner.

Sementara itu, banyak warga Amerika lainnya telah membatalkan rencana perjalanan dan malah akan terhubung dengan orang-orang yang dicintai melalui FaceTime atau Zoom.

Margaret Bullard, seorang pengacara publik di Atlanta, mengatakan dia dan suaminya telah mengambil setiap tindakan pencegahan sejak awal pandemi, setelah kelahiran putranya yang berusia 9 bulan. Mereka berkendara dari rumah mereka di Marietta, Georgia, ke Carolina Utara untuk menghabiskan perayaan Hari Thanksgiving bersama mertua Bullard, yang sama-sama teliti dalam membatasi potensi paparan COVID-19.

"Meskipun kami ingin bertemu dengan beberapa anggota keluarga lainnya, kami tahu bahwa kami akan mengambil risiko yang jauh lebih besar dengan melakukannya," kata Bullard. "Akan ada banyak kesempatan untuk berkumpul di masa depan jika kita semua melakukan apa yang kita bisa untuk tetap aman."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini