Kawasan Wisata Bromo Berlakukan Prokes Ketat Jelang Libur Tahun Baru

Hana Purwadi, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 406 2317430 kawasan-wisata-bromo-berlakukan-prokes-ketat-jelang-libur-tahun-baru-itW5IDWuMC.JPG Gunung Bromo di Jawa Timur (Foto: Instagram/@gussedi)

MENJELANG libur akhir tahun, Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur memberlakukan protokol kesehatan (prokes) ketat di sejumlah objek wisata termasuk kawasan wisata Gunung Bromo. Aturan ini diterapkan dmei mengantisipasi lonjakan dan klaster baru kasus Covid-19 di kawasan wisata.

Pengelola wisata mewajibkan pengunjung memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Tak hanya itu, pengunjung juga diwajibkan membawa surat keterangan sehat bebas Covid dari daerah asal yang bersangkutan.

"Di sini juga ada pemberlakukan sekat sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19. Jelang liburan kita akan giatkan lagi termasuk tempat wisata Bromo," ucap Koordinator Penegakan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Deretan Pulau Eksotis yang Asyik Dijelajahi saat Liburan Akhir Tahun

Menjelang libur pergantian tahun, pengunjung di kawasan wisata ini diprediksi akan mengalami peningkatan dan rentan terjadi penularan Covid-19.

Tak hanya di lokasi wisata Bromo, pengetatan prokes juga diterapkan di setiap titik keramaian, termasuk pusat perbelanjaan atau mal.

Sebelumnya, Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) resmi menambah kapasitas wisatawan yang masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo.

Penambahan kapasitas menjadi 50 persen dari total kapasitas daya tampung ini diputuskan setelah hasil evaluasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang telah berjalan.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat mengungkapkan, wisatawan di Gunung Bromo telah bertambah dari 1.265 orang per hari menjadi 1.634 orang.

"Hari Jumat telah dilakukan penambahan kapasitas pengunjung 50 persen, ini merupakan reaktivasi tahap tiga yang sebelumnya di tahap dua di angka 40 persen," ujar Sarif dalam keterangannya kepada Okezone, Minggu, 15 November 2020 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini