Museum Maradona di Napoli, Altar Suci sang 'Malaikat Pelindung'

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 408 2317813 museum-maradona-di-napoli-altar-suci-sang-malaikat-pelindung-hfU0LneFgl.jpeg Museum Maradona di Napoli (sportslounge.co.in)

DIEGO Maradona salah satu pesebak bola terbaik abad 20 yang meninggal dunia pada Rabu 25 November 2020. Namanya begitu kesohor dan dipuja-puja penggemarnya di seluruh dunia. Di Kota Napoli, Italia, Maradona dianggap sebagai 'malaikat pelindung' dan karenanya ia dibangunkan museum, untuk mengenang sang legenda asal Argentina itu.

Jalan hidup Maradona memang penuh kontroversi. Tapi soal prestasi dan kemampuannya mengolah bola, sulit ditandingi oleh banyak orang. Ia berhasil mengantar timnas Argentina juara Piala Dunia 1986 di Meksiko dan tembus final Piala Dunia 1990.

Ia juga menjadi mengantarkan Napoli menjuarai Serie A untuk pertama kalinya pada 1987, kemudian pada 1990.

Baca juga: Diego Maradona Meninggal, Ini 4 Objek Wisata Didedikasikan untuk sang Legenda

Tak heran bila orang Italia begitu menghormati legenda sepakbola yang sempat tersandung kasus Narkoba itu. Di negara ini, Maradona disebut-sebut sebagai ‘malaikat pelindung’ Napoli.

ilustrasi

Diego Maradona (Reuters)

Layaknya seorang santo, Maradona juga memiliki altar khusus yang kini dikenal dengan nama Museum Maradona. Terletak di Kota Napoli, museum ini digambarkan sebagai lokasi harta karun ‘artefak’ yang sangat luar biasa oleh para pencinta sepakbola dan penggemar setia Maradona.

Mengutip Taipei Times, Sabtu (28/11/2020), museum tersebut berisikan benda-benda peninggalan Diego Maradona yang sangat ikonik. Mulai dari sepatu bot kiri yang ia gunakan saat mencetak dua gol melawan Belgia di semifinal Piala Dunia 1986, kontrak pertamanya dengan SSC Napoli, hingga sofa yang diambil dari apartemennya di Napoli.

Menariknya, Museum Maradona atau juga dikenal dengan nama Museum Massimo Vignati ini tidak akan Anda temui di peta Napoli, juga tidak ada di buku panduan perjalanan. Lokasinya berada di ruang bawah tanah di kawasan Secondigliano.

Beberapa benda hampir sama dengan relik suci seperti bangku tempat Maradona berganti pakaian di Stadio San Paolo, jaket K-Way yang dia kenakan saat melakukan juggling bola dalam acara Opus’ Live is Life sebelum menghadapi Bayern Munich di tahun 1989.

Ditambah lagi ratusan jersey yang dia kenakan saat masih menjadi kapten SSC Napoli. Sebagian bahkan sengaja tidak dicuci untuk menjaga orisinilatasnya.

Baca juga: Dear Traveler, Ini 4 Destinasi Wisata di Kampung Diego Maradona

Museum Maradona ini secara tidak langsung membuktikan adanya ikatan yang sangat erat, antara sang jenius dengan keluarga Vignati (pendiri museum) yang merawatnya selama kurang lebih 7 tahun ketika masih membela Napoli.

“Saya beruntung selama 37 tahun ayah saya menjadi juru kunci Stadion San Paolo dan ruang ganti Nappli. Dan ibu saya adalah pengurus rumah tangga dan juru masak Maradona,” kata Vignati.

Vignati mengatakan, adik perempuannya kala itu dipercaya untuk mengasuh kedua putri Maradona yakni, Dalma dan Giannina. Sementara Vignati yang pada saat itu masih remaja, justru lebih banyak bermain dan bercengkerama dengan Maradona.

“Saya bekerja sebagai seorang ballboy selama tujuh musim Maradona di sini. Pada hari Senin, saya bermain lima lawasan satu dengannya, saya tidak pergi ke sekolah. Hari selasa, terkadang dia membawa saya ke sesi latihan Napoli naik Ferrari!” kata Vignati.

“Dia dan istrinya memberikan barang-barang di museum ini kepada kami. Mereka tahu kami memiliki banyak anak, lima laki-laki dan enam perempuan,” timpalnya.

ilustrasi

Vignati menambahkan bahwa dirinya siap memberikan seluruh barang peninggalan Maradona bila sewaktu-waktu pihak SSC Napoli berencana membangun museum khusus untuk sang legenda.

“Dulu, ayah saya punya dua kamar. Satu untuk menyimpan semua kenangan ini (barang peninggalan Maradona) dan satu untuk minum kopi Neapolitan yang enak. Setelah kematiannya, saya membawa semuanya ke sini. Tetapi klub tahu tempat ini ada. Kalau mereka mau mendirikan museum. Saya akan selalu siap. Saya beraharap semua barang-barang ini bisa kembali ke stadion, itu adalah impian ayah saya,” kata Vignati.

Kunjungan terakhir Diego Maradona ke Napoli berlangsung pada tahun 2017 lalu. Pada saat itu, Maradona tak bisa menahan haru ketika bertemu dengan Lucia, Ibu Vignati. Dia pun jatuh ke pelukan wanita yang disebutnya dengan nama “Mama Neapolitan”.

“Ini semua adalah kenangan indah. Dia baik, sosok yang sangat baik dan bersemangat. Ketika dia pergi, seolah-olah saya telah kehilangan seorang putra,” ujar Lucia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini