Unik, Kedai Kopi di Manado Ini Pekerjakan Mantan Narapidana

Subhan Sabu, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 301 2318155 unik-kedai-kopi-di-manado-ini-pekerjakan-mantan-narapidana-f3Ui4RZq99.JPG Mantan narapidana jadi pelayan kedai kopi di Manado (Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

SEBUAH penelitian di Inggris menyebutkan 80 persen mantan narapidana pada akhirnya akan kembali ke penjara dengan alasan bahwa banyak dari mereka tidak mendapatkan kesempatan bekerja, karena minimnya sektor yang bersedia mempekerjakan orang-orang dengan catatan kelam seperti mereka.

Oleh karena itu, yayasan Inspire Indonesia bekerjasama dengan kopi seru membuka kafe yang menyediakan kopi dengan Japanesse concept dan berbagia snack dari UMKM. Mungkin terdengar biasa saja, namun ada satu keunikan dari kafe yang diberi nama Second Change ini.

Kafe ini mempekerjakan karyawan yang merupakan mantan narapidana dari berbagai kasus yang direkrut dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuminting, Manado maupun Lapas di Tondano, Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: 5 Tips Menabung bagi Milenial yang Ingin Traveling ke Luar Negeri

Finance Director Inspire Indonesia, Dian Pranadinata mengungkapkan bahwa pembukaan kafe tersebut bertujuan sebagai alat untuk membantu para mantan narapidana yang keluar dari lapas dan tidak mendapat kesempatan untuk bekerja di tempat lain.

Eks Napi Jadi Pelayan Kafe

(Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

"Mereka bisa bekerja di kafe ini, dilatih dan akhirnya nanti mereka akan disalurkan ke tempat-tempat bisnis usaha yang lain. Itulah alasan dibalik didirikannya Second Change kafe ini," jelas Dian.

Ada tiga mantan narapidana yang dipekerjakan di kafe tersebut. Sebelumnya mereka diberikan pelatihan sewaktu masih berada dalam lapas dan seteleh keluar mereka diberikan pelatihan lagi untuk membuat kopi sekira seminggu dan menghafalkan semua menu maupun resep yang ada di cafe.

"Sebelum mereka keluar kami sudah melakukan pelatihan bagaimana nilai-nilai hidup itu mereka sudah belajar sebelum keluar dari penjara," kata Dian.

Pada akhirnya ia berharap para pelaku bisnis dapat membantu mendukung mereka dengan cara merekrut para mantan narapidana tersebut.

"Kami hanya sebagai jembatan dari mereka keluar untuk mereka bisa mendapat kesempatan, dilatih dan akhirnya disalurkan untuk diperusahaan-perusahaan dan pelaku-pelaku usaha yang lain," terangnya.

Proses perekrutan sendiri menurut Dian dilakukan mentoring terlebih dahulu selama di dalam lapas, dilakukan interview dan dicari yang betul-betul memiliki keinginan untuk bekerja dilihat dari sikap dan attitude mereka.

"Dari situ baru kami menawarkan mereka untuk magang di tempat kami," pungkasnya.

Sementara, Reynaldo Senduk, mantan narapidana empat tahun bui ini mengaku senang bisa bergabung. Ia telah mengikuti pelatihan dan bimbingan selama masih dalam jeruji besi.

Kedai Kopi Manado

(Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

"Setelah bebas saya ikut terus dengan mereka dan mereka membantu saya untuk ikut kesempatan kedua dengan bekerja di Second Change kafe. Saya berharap nanti bisa jadi lebih baik, dan mudah-mudahan teman-teman lain yang keluar dari Lapas Manado bisa ikut gabung nanti dan bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya," kata Reynaldo.

Kafe Second Change ini cukup mudah dijangkau, letaknya berada di kawasan Megamas Manado, samping Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado. Selain berbagai varian minuman kekinian dari Kopi Seru, juga terdapat berbagai varian snack dan produk dari IKM-UKM Kota Manado.

Letaknya yang di pinggir pantai Teluk Manado memunculkan sensasi khas tersendiri minum kopi sambil menikmati sunset di senja hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini