Berburu Hidangan Khas Ikan Bandeng di Sukoharjo

Senin 30 November 2020 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 301 2318997 berburu-hidangan-khas-ikan-bandeng-di-sukoharjo-HtD4tdbOtx.jpg Olahan ikan khas Sukoharjo. (Foto: Solopos)

SIAPA sangka Kabupaten Sukoharjo punya sederet oleh-oleh khas dari olahan ikan bandeng. Anda wajib tahu dan bisa mencicipinya saat liburan ke Sukoharjo.

Ya, ikan bandeng biasanya identik dengan olahan presto atau otak-otak bandeng. Namun itu tak cukup bagi Anik Ristiani Amiroh, 46, pemilik brand Bandeng Patera, Kartasura, Sukoharjo.

Warga Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, ini mengolah bandeng hingga menghasilkan belasan menu unik yang menggugah selera. Produksi olahan bandeng ini dengan brand Bandeng Patera dijual di warung makan Jl Latar Putih 1 Nomor 18 Saripan, Makamhaji.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Cibinong, Main Aja ke 5 Tempat Ini

Aneka menu Bandeng Patera antara lain olahan frozen homemade nugget tiga jenis masing-masing stik, sayur, dan kaki naga. Lantas bakso, rolade, sosis berbahan baku bandeng. Selain menu frozen tersedia pula bandeng selimut, pepes, lumpia, bandeng presto, otak-otak hingga satai ikan bandeng.

 bandeng

Selain daging bandeng asli Juwana untuk beragam variasi menu, pemilik Bandeng Patera Kartasura juga memanfaatkan tulang bandeng untuk ia buat kerupuk. Dari segi rasa, tak perlu diragukan lagi.

Sebab, seluruh olahan bandeng ini tanpa MSG atau penyedap rasa maupun bahan pengawet, sehingga selain bernilai gizi tinggi juga sehat. Harga tiap menunya pun ramah buat kantong, yakni mulai dari Rp16 ribu hingga Rp20 ribu untuk bandeng presto.

 

Ikan Mangut

Tak hanya bandeng, Anik juga membuat olahan ikan manyung atau mangut khas Pati untuk menambah daftat menu Banteng Patera, Kartasura. Menu spesial masakan ikan mangut ini menambah khasanah bagi pencinta kuliner.

Mangut adalah salah satu masakan ikan mirip gulai dengan bumbu dan rempah beragam. Berbahan utama ikan pari atau iwak pe menjadi incaran pencinta kuliner, terutama bagi mereka yang suka dengan makanan pedas.

Berawal dari keisengan mengolah bandeng beragam menu, kini Anik menjadi pebisnis rumahan patut diperhitungkan. Omzet hariannya pun melebihi Rp1,5 juta. Selama pandemi Covid-19 omzet Anik memang menurun, namun tak signifikan.

Selain menguatkan bisnis onlinenya, Anik juga berinovasi menciptakan menu baru seperti Sempol ikan bandeng dalam daftar menu Bandeng Patera Kartasura. Harganya cukup murah yaitu Rp1.000 per biji sempol.

Usaha kuliner dengan brand Bandeng Patera ini tak hanya menyasar pangsa dalam negeri, melainkan juga luar negeri. “Banyak yang beli dari berbagai daerah, tapi juga ada orang Indonesia yang kerja di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan dan Malaysia. Paling banyak beli untuk oleh-oleh," kata Anik ketika berbincang dengan Solopos.

Anik merintis usaha kuliner bandeng jauh sebelum 2014 silam. Namun, baru pada 2014, usaha olahan bandengnya ia berai brand Bandeng Patera. Anik merintis usaha kuliner olahan bandeng dari sisi potensi pasar.

Protein tinggi

Selama ini bandeng belum banyak dilirik sebagai peluang bisnis kuliner. Masyarakat masih memilih daging ayam, sapi, dan kambing untuk olahan makanan, termasuk frozen food. Padahal ikan bandeng memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, bahkan melebihi ikan salmon.

"Dari ide coba-coba bikin bandeng dengan aneka menu, ternyata peminatnya banyak sekali. Bakso tidak hanya bakso sapi saja tapi juga bakso bandeng," katanya.

Salah satu pencinta kuliner bandeng, Adi menuturkan olahan menu Bandeng Patera Kartasura sangat enak. Seperti satai bandeng, dari segi rasa sangat enak. "Satai bandengnya enak sekali. Tidak amis dan gurih dengan beri sambal kecap bikin tambah lezat," katanya.

Selain itu sempol bandengnya menurut Adi juga enak. Rasa ikan bandeng masih mendominasi ketimbang tepungnya. "Bandeng presto dan selimutnya juga the best," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini