Eropa Cabut Pembatasan Perjalanan untuk 9 Negara Ini, Indonesia Tak Termasuk

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 30 November 2020 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 406 2318907 eropa-cabut-pembatasan-perjalanan-untuk-9-negara-ini-indonesia-tak-termasuk-eDhsnlID2Q.jpg Gedung Uni Eropa di Brussels, Belgia (Reuters)

SEJUMLAH negara di Eropa mulai membuka kembali pintu pariwisata untuk wisatawan mancanegara. Sebelumnya, hampir seluruh negara di kawasan ini menutup perbatasan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Namun seiring meningkatnya angka kasus positif sejak kebijakan relaksasi ini dikeluarkan, Eropa dilaporkan mengalami gelombang kedua Covid-19. Alhasil, banyak negara yang melakukan lockdown dan memperketat izin masuk warga negara asing ke wilayah mereka.

Baca juga: Arab Saudi Peringkat 6 Negara Teraman untuk Dikunjungi Selama Covid-19

Bahkan, Uni Eropa menyetujui pemberlakukan sistem 'traffic lights' yakni, menerima kunjungan warga negara asing berdasarkan colour code atau warna yang disesuaikan dengan tingkat penularan di negara asal mereka.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa juga telah merilis map untuk mendukung kebijakan baru tersebut, dan akan terus diperbarui setiap minggunya.

Untuk negara diluar keanggotan Uni Eropa, mereka hanya merekomendasikan pembukaan perbatasan untuk beberapa negara berdasarkan tingkat penyebaran virus Covid-19.

Mengutip Euronews, Senin (30/11/2020), pihak European Council per 22 Oktober lalu menyarankan agar setiap anggota Uni Eropa mencabut secara perlahan, kebijakan pembatasan perjalanan untuk 9 negara non-UE. Negara-negara itu antara lain Australia, Jepang, Selandia Baru, Rwanda, Korea Selatan, Thailand, Uruguay, dan China (termasuk Hong Kong dan Macao).

Baca juga: Wisatawan Tetap Antusias ke Wisata Pulau Angso Duo Pariaman meski Cuaca Ekstrem

Pada pembaharuan ini juga menunjukkan negara-negara seperti Kanada, Georgia, dan Tunisa dihapuskan dari kebijakan tersebut dan bergabung dengan Amerika Serikat, Montenegro, Moroko dan Serbia. Di mana mereka harus tunduk dengan kebijakan pembatasan perjalanan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

Sementara itu, seluruh negara yang menjadi anggota Uni Eropa tidak diwajibkan secada hukum mengikuti rekomendasi terbaru tersebut.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini