Etihad Airways Uji Biometrik Wajah untuk Percepat Chek-In Tanpa Kontak Fisik

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 406 2319027 etihad-airways-uji-biometrik-wajah-untuk-percepat-chek-in-tanpa-kontak-fisik-LOArUAfKSi.jpg ilustrasi (stutterstock)

ETIHAD Airways bermitra dengan perusahaan teknologi informasi SITA menguji penggunaan biometrik wajah untuk memeriksa awak kabin di pusat pengarahan kru pesawat di bandara internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Percobaan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi anggota kru, melengkapi prosedur check-in dan wajib keselamatan pra-penerbangan secara digital melalui perangkat ponsel mereka sendiri.

Baca juga:  Arab Saudi Peringkat 6 Negara Teraman untuk Dikunjungi Selama Covid-19

Inovasi baru ini akan menggantikan proses check-in berbasis kios yang saat ini mengharuskan kru untuk menggunakan kartu identitas mereka sebagai bentuk otentikasi dan tanda pengenal.

“Etihad terus mencari solusi inovatif dan teknologi baru yang akan mendorong perbaikan dalam operasi maskapai dan meningkatkan pengalaman bagi para tamu dan karyawan," kata Sulaiman Yaqoobi, Wakil Presiden Operasi Penerbangan Etihad seperti dilansir dari Breaking Travel News, Selasa (1/11/2020),

Sulaiman menambahkan,"Etihad senang bermitra dengan SITA untuk menjelajahi potensi layanan biometrik wajah untuk industri penerbangan."

"Dengan mengintegrasikan teknologi kontur, layanan biometrik akan meningkatkan efisiensi sambil secara bersamaan membatasi komitmen kita untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dengan membatasi titik sentuh fisik dan memaksimalkan tindakan jarak jauh sosial."

Baca juga: Istri Presiden Turki, Emine Erdogan Pakai Masker Batik Tulis Khas Yogyakarta

Sebagai bagian dari strategi digital maskapai, teknologi biometrik wajah diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mempercepat proses check-in yang aman tanpa kontak fisik juga mengontrol akses serta manajemen kehadiran.

Uji coba ini akan berlanjut hingga Februari 2021, data berharga yang dimiliki nantinya akan dipergunakan oleh maskapai penerbangan untuk mengeksplorasi teknologi biometrik di masa depan, yakni digunakan dalam operasi tamu, seperti check-in dan boarding. (sal)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini