Deretan Gunung Indah di Indonesia yang Pernah Meletus, Ile Ape hingga Merapi

Ika Widi Oktavina, Jurnalis · Senin 30 November 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 408 2318768 deretan-gunung-indah-di-indonesia-yang-pernah-meletus-ile-ape-hingga-merapi-XNXyVaihfA.jpg Kawah Gunung Ijen, salah satu objek wisata andalan Banyuwangi (Instagram @kawahijenindonesia)

GUNUNG Ile Lewotolok atau Gunung Ile Ape erupsi, Minggu 29 November 2020 sekira pukul 09.45 Wita dan statunya naik jadi Siaga. Gunung salah satu objek wisata di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang punya hamparan pasir mirip Gunung Bromo di Jawa Timur.

Indonesia yang berada di area ring fire atau cincin api Pasifik memiliki banyak gunung api aktif. Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana seperti letusan gunung api, gempa bumi, hingga tsunami.

Baca juga: Bandara Ditutup Akibat Erupsi Gunung Ile Ape, Penerbangan Perdana Kupang-Lewoleba Batal

Meski rawan hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang subur dan memiliki berbagai pemandangan alam nan indah. Pegunungan di Indonesia sangat terkenal akan panorama luar biasanya bahkan hingga ke luar negeri.

Namun keindahan gunung-gunung tersebut selalu dibayang-bayangi oleh adanya erupsi yang kapan saja bisa terjadi. Berikut Okezone telah merangkum deretan gunung indah di Indonesia yang pernah meletus.

Gunung Ijen

Gunung Ijen berada di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung dengan ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terletak berdampingan dengan Gunung Merapi.

Terkenal akan Kawah Ijen yang merupakan kawah asam terbesar di dunia. Ada juga Fenomena blue fire di dalam kawah yang berada di puncak gunung dan menjadi daya tarik utamanya.

Baca juga: Dukung Sport Tourism, Gubernur Sulsel Inisiasi Pembangunan Dermaga Baru

Sebagai gunung berapi, Gunung Ijen tercatat beberapa kali mengalami erupsi. Mengutip dari laman resmi PVMBG, letusan pertamanya terjadi pada tahun 1796 sedangkan letusan besar yang banyak menelan korban yakni pada tahun 1817.

Gunung Bromo

Terkenal sebagai kawasan objek wisata utama di Jawa Timur, Gunung Bromo pastinya memiliki panorama alam yang luar biasa. Hamparan pasir, bukit hijau, dan hawa dinginnya selalu berhasil menarik hati wisatawan untuk mengunjunginya.

Gunung Bromo sering mengalami erupsi pendek yang berlangsung hanya beberapa hari saja. Tercatat meletus sebanyak beberapa kali, dengan interval waktu yang teratur setiap 30 tahun. Letusan terdahsyat sepanjang sejarah Gunung Bromo terjadi pada tahun 1974 dengan radius enam hingga sepuluh kilometer, sedangkan letusan terakhir terjadi pada tahun 2015-sekarang.

ilustrasi

Gunung Bromo

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi aktif yang berlokasi di perbatasan Provinsi Jambi, Sumatra Barat, dan Bengkulu, tepatnya terletak sekitar 130 km sebelah selatan Kota Padang, Sumatra Barat. Dengan tinggi 3.805 mdpl, Gunung Kerinci menjadi gunung tertinggi di Pulau Sumatra, Indonesia.

Panorama alamnya sangat natural dengan kekayaan flora dan fauna, serta memiliki kawah dengan air kehijauan yang sangat memanjakan mata pengunjungnya. Di puncak gunung, terlihat pemandangan Pegunungan Bukit Barisan yang hijau, Perkebunan Teh Kayu Aro, bahkan bisa melihat Kota Padang, Jambi, Bengkulu, hingga Samudera Hindia dari atas ketinggian.

ilustrasi

Gunung Kerinci (Okezone.com/Nanang)

Erupsi pertama Gunung Kerinci terjadi tahun 1838 dan terakhir kali meletus pada tahun Juni 2013, namun setelahnya sering terjadi erupsi-erupsi kecil. Seperti bulan Oktober lalu, jalur pendakian Gunung Kerinci kembali ditutup akibat pandemi corona dan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kerinci pada tanggal 17 Oktober 2020.

Gunung Merapi

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan gunung ini, Gunung api yang terletak di tengah Pulau Jawa ini menjadi gunung yang teraktif di Indonesia.

Gunung Merapi memang sejak dulu tercatat sering kali meletus. Erupsi dahsyat Merapi terjadi pada pertengahan April 1872. Merapi juga mengalami erupsi pada tahun 2006 dan 2010. Sejak Mei 2018 Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, gunung ini mengeluarkan suara gemuruh dan asap tinggi meski statusnya normal. Kini sejak 5 November 2020 terpantau meningkat menjadi level III (siaga).

Terlepas disebut-sebut sebagai salah satu gunung yang berbahaya di Indonesia, beragam daya tarik Gunung Merapi berhasil menarik perhatian para wisatawan. Selain eksotisme alamnya, di kawasan sekitarnya banyak terdapat banyak objek wisata alami maupun buatan.

Gunung Ile Lewotolok

Gunung Ile Lewotolok atau Ile Ape kini berstatus Siaga setelah erupsi beberapa kali dan terakhir pada Minggu 29 November 2020 kemarin. Abu vulkanis menyembur ke permukiman, akibatnya ribuan warga yang tinggal di sekitar kaki gunung api ini mengungsi. Bandara juga lumpuh.

Sejarah mencatat, gunung di Pulau Lembata ini pernah meletus pada 1660, 1819, dan 1849. Pada 5 dan 6 Oktober 1852, letusan Gunung Lewotolok menimbulkan kerusakan pada wilayah sekitar dan memunculkan kawah baru serta ladang solfatara di sisi timur-tenggara.

Mengutip Wikipedia, letusan Gunung Lewotolo juga terjadi pada 1864, 1889, dan 1920. Selanjutnya pada 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo, berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas, dan hembusan gas beracun.

Gunung api ini sempat mengalami masa krisis gempa pada Januari 2012. Pada saat itu, PVMBG meningkatkan status gunung dari normal ke waspada hingga siaga, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Namun, pada 25 Januari 2012 pukul 16.00 WITA, PVMBG menurunkan status dari Siaga ke Waspada dan turun lagi menjadi berstatus Aktif Normal pada 17 Oktober 2013 pukul 10.00 WITA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini