5 Pesona Cantik Gunung Semeru, Tak Lekang Oleh Waktu

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 30 November 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 408 2318810 5-pesona-cantik-gunung-semeru-tak-lekang-oleh-waktu-Qt2ZxvcdqJ.jpg Gunung Semeru. (Foto: Instagram @hedwigdhana)

GUNUNG Semeru menutup jalur pendakian akibat aktivitas vulkanologi meningkat. Bicara pesonanya, Gunung Semeru memang selalu memikat perhatian turis.

Gunung Semeru merupakan gunung yang memiliki puncak tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Puncak Mahameru. Gunung ini termasuk ke dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini mulai dikenal luas sejak dirilisnya Film 5 cm.

Gunung yang mempunyai ketinggian 3.676 mdpl ini selalu identik dengan danau-danau indah yang mendiami kaki gunungnya. Tapi ternyata di kaki Gunung Semeru memiliki pemandangan indah dan segar lainnya.

Maka dari itu, pesona keindahan alam Gunung Semeru tidak akan ada habisnya. Terlebih lagi untuk para pendaki yang telah menyusuri medan yang sulit untuk bisa sampai ke kaki Gunung atau bahkan puncak Gunung. Berikut pesona yang dimiliki Gunung Semeru untuk menarik para wisatawan atau pendaki.

Keindahan Desa Ranu Pani

ranu

(Instagram @alfiansyahfy)

Desa Ranu Pani merupakan titik awal pendakian ke Gunung Semeru. Desa ini merupakan Desa tertinggi yang berada di ketinggian 2.100 mdpl dan desa ini merupakan desa terakhir sebelum mencapai Semeru. Karena alamnya yang indah dan masyarakat Suku Tengger yang sangat ramah, desa ini menjadi daya tarik bagi para pendaki.

Suku ini merupakan keturunan asli masyarakat Jawa yang hidup di era Kerajaan Majapahit. Setiap tahunnya, masyarakat asli suku ini selalu menggelar kegiatan bersih desa dan ritual unan-unan yang dipimpin oleh dukun adat. Warga desa Ranu Pani banyak yang berprofesi sebagai porter, pemandu pendakian Gunung Semeru sekaligus yang akan membantu para pendaki membawa barang-barang mereka hingga ke atas gunung.

Di Desa ini terdapat beberapa ranu atau danau yang indah, di antaranya Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo.

Ranu Pani

Ranu Pani merupakan pintu masuk pendakian Gunung Semeru. Ranu Pani memiliki luas sekitar satu hektare lebih, namun karena laju sedimentasi yang cepat, kini diperkirakan tinggal 0,75 hektare.

Anda bisa bermalam di Ranu Pani sebelum memulai pendakian. Di sini ada penginapan yang bisa Anda pilih. Namun sayang rasanya bila tidak bermalam di tenda dan menikmati indahnya Ranu Pani yang memiliki pemandangan hamparan danau yang luas serta tumbuhan hijau yang membuat udara segar.

Namun Anda harus waspada, Ranu Pani memiliki suhu minimal yang cukup ekstrim, bisa mencapai -4 derajat celcius.

Baca Juga: Pendakian Gunung Semeru Ditutup karena Aktivitas Vulkanologi Meningkat

 

Ranu Regulo

Setelah bermalam dan meninggalkan Ranu Pani, bila melanjutkan perjalanan ke Gunung Semeru, Anda akan bertemu dengan Ranu Regulo. Letaknya tidak jauh dari Ranu Pani dan keindahan alamnya juga tidak kalah indah dengan ranu sebelumnya.

Luas danau ini juga hampir sama dengan Ranu Pani, yakni sekitar 0,75 hektare. Ranu ini memiliki pepohonan yang tinggi di sekitarnya seolah menjadi tonggak alami yang menjaga kesunyian Ranu Regulo. Di tepi danau juga banyak anggrek hijau.

Sangat disayangkan bila tidak melihat matahari terbit dari danau ini. Pemandangannya berlipat-lipat indahnya.

Ranu Kumbolo

gunung

Danau cantik yang sangat terkenal di Gunung Semeru ini memang pesonanya tidak tertandingi. Danau cantik ini berada di ketinggian 2.389 mdpl dan merupakan ikon Gunung Semeru. Luasnya mencapai 15 hektare. Para pendaki biasanya akan singgah dan bermalam di danau yang sangat menawan ini sebelum melanjutkan pendakian untuk melihat matahari terbit yang tampak dari balik bukit.

Jernihnya air Ranu Kumbolo memang sangat menggoda untuk sekadar bermain air di tepi danau, namun Anda harus mengurungkan niat tersebut. Pasalnya, para pendaki dilarang untuk berenang atau mandi di danau untuk menghargai keindahan alamnya.

Tanjakan Cinta

Tanjakan ini tepat berada di sebelah barat Ranu Kumbolo. Tanjakan ini mempunyai kemiringan hampir 45 derajat dan bila dilihat akan menyerupai bentuk hati.

Konon siapa pun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa melihat ke belakang, akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Sebaliknya, jika di tengah jalan menoleh ke belakang, konon akan berakhir.

Air Terjun Tumpak Sewu

Air terjun Tumpak Sewu terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Keistimewaan air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 120 meter ini yakni mempunyai seribu sumber air atau dalam bahasa Jawa adalah 'Sewu'. Karena itu, nama air terjun ini dinamakan Tumpak Sewu atau Coban Sewu.

Air terjun ini merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia. Air terjun ini seakan bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Sumber airnya juga berasal dari berbagai arah di sepanjang tebing.

Pesonanya yang eksotis ditambah kesejukan cipratan air akan membuat Anda betah lama-lama berada di dekat air terjun ini.

Walaupun Gunung Semeru memiliki banyak sekali pesona tersembunyi yang memukau, tempat-tempat tersebut harus selalu dijaga keasriannya. Jangan lupa juga untuk selalu mengikuti hukum adat yang berlaku demi kenyamanan dan keamanan bersama, ya, Okezoners.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini