Perlu Strategi Kompetitif untuk Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 406 2319344 perlu-strategi-kompetitif-untuk-perpanjang-masa-tinggal-wisatawan-MbKr4dNnLL.JPG Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata (Foto: Kemenparekraf)

PENGAMAT pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Chusmeru menilai industri pariwisata perlu merancang strategi yang kompetitif dan inovatif guna lebih memperpanjang lama tinggal wisatawan.

"Industri pariwisata ditantang untuk memiliki strategi yang kompetitif dan inovatif baik untuk produk maupun juga pelayanan, guna memperpanjang lama tinggal wisatawan di suatu objek wisata," kata dia, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 diperkirakan akan mengubah orientasi, motivasi dan juga perilaku berwisata yang selanjutnya akan berpengaruh pada standar pelayanan industri pariwisata serta kebijakan pemerintah di sektor pariwisata.

Baca juga: Kemenparekraf Tekankan Pentingnya Peran Media di Masa Pandemi Covid-19

"Industri pariwisata pada awal tahun 2021 diprakirakan belum akan dapat mengejar kuantitas wisatawan, karena secara psikologis proses pemulihan akan berlangsung cukup lama," sebut Chusmeru.

Begitupun pengelola objek dan daya tarik wisata, kata dia, diperkirakan masih akan menerapkan kuota atau batas jumlah kunjungan bagi wisatawan guna mencegah terjadinya kerumunan.

"Objek dan daya tarik wisata di awal tahun 2021 diperkirakan masih belum dapat dikunjungi wisatawan sebanyak jumlah kunjungan sebelum pandemi, guna mencegah kerumunan," tuturnya.

Hal tersebut, sambungnya, akan dapat berpengaruh pada pendapatan atau retribusi objek wisata. Sehingga, diperlukan strategi promosi bagi produk maupun juga pelayanan, baik hotel maupun destinasi wisata agar wisatawan dapat lebih lama tinggal dan berbelanja lebih banyak di tempat wisata tersebut.

"Untuk itu perlu strategi yang kompetitif dan inovatif, baik untuk produk maupun pelayanan," ulasnya.

Chusmeru menambahkan, bagi wisatawan, motivasi kunjungan wisata akan sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kondisi kesehatan dan juga pilihan destinasi.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini wisatawan juga akan memertimbangkan lebih banyak mengenai kondisi ekonominya sebelum memutuskan untuk pergi berwisata," kata dia.

Hal itu diperkirakan juga bakal berpengaruh pada lama tinggal wisatawan di lokasi wisata dan besarnya pengeluaran di satu destinasi.

"Tentu saja hal ini harus dicermati dengan seksama oleh para pengusaha di sektor pariwisata agar harga produk dan pelayanan yang ditawarkan bisa makin terjangkau bagi wisatawan," tutupnya.

Menurutnya, perlu sinergi dari para pihak terkait dalam rangka merancang strategi yang kompetitif dan juga inovatif untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan. Ia pun berharap strategi yang tepat sasaran akan dapat berdampak positif bagi industri pariwisata terkait.

"Upaya merancang strategi yang kompetitif dan inovatif itu perlu melibatkan para pihak terkait agar dapat memberikan hasil yang lebih optimal," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini