Punya Reputasi Pariwisata Terbaik Dunia, MPR Ajak Italia Bangun Sirkuit F1 di Bali

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 406 2319551 punya-reputasi-pariwisata-terbaik-dunia-mpr-ajak-italia-bangun-sirkuit-f1-di-bali-K6OBSr735R.JPG Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan Dubes Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri (Foto: Antara)

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo menerima kunjungan Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri, Selasa (1/12/2020). Dalam kunjungan itu, ia mengajak para investor Italia membangun kerja sama membangun sirkuit balapan Formula 1 (F1) di Bali.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menilai, Bali masih menjadi destinasi wisata nomor satu di Indonesia, dan telah memiliki reputasi pariwisata terbaik di dunia sehingga pembangunan sirkuit F1 di daerah tersebut sangat menjanjikan.

"Baik dari sisi investor karena potensi pasarnya sudah sangat jelas, maupun dari sisi masyarakat Bali sebagai pengembangan potensi ekonomi dan daerah," ucap Bamsoet usai menerima Dubes Latteri di Jakarta.

Menurutnya, ke depan bisa dikerjasamakan lahan pemerintah daerah seizin Gubernur Bali yang sangat strategis, yaitu sekitar 200 hektare untuk pembangunan sirkuit F1 di Bali.

Baca juga: 7 Hal Ini Bikin Mandalika Jadi Destinasi Wisata Luar Biasa

Bamsoet memandang, Italia, sebagai negara yang memiliki industri otomotif terbesar dunia seperti Ferrari, Lamborghini, dan Maserati, punya peluang besar bekerja sama mengembangkan industri otomotif di Indonesia, salah satunya dengan membangun sirkuit F1.

Menurut dia, pertumbuhan pencinta otomotif di Indonesia sangat pesat, misalnya dalam setahun, tidak kurang dari 1.600 acara otomotif digelar di berbagai daerah.

"Bahkan setiap pagelaran F1 di Singapura, Singapore Tourism Board selalu menargetkan sedikitnya 5.000 penonton dari Indonesia. Itu menunjukkan betapa besarnya kecintaan warga Indonesia terhadap F1," papar politikus Partai Golkar ini.

Bamsoet melanjutkan, akses penerbangan internasional dari dan menuju Bali sudah sangat banyak, menjangkau berbagai negara besar dunia. Sehingga memudahkan pencinta F1 dari berbagai negara untuk datang menyaksikan F1 di Bali.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan F1 di berbagai negara bisa mendatangkan keuntungan hingga triliunan rupiah, misalnya perusahaan akuntan global PriceWaterhouseCoopers memperkirakan Azerbaijan mendapatkan keuntungan ekonomi mencapai 506.000.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7 triliun selama empat tahun menyelenggarakan F1.

"Sebagai langganan tuan rumah yang rutin menyelenggarakan balapan F1, Italia tentu telah memiliki segudang pengalaman seperti dalam pembangunan sirkuit hingga manajemen penyelenggaraan agar mendapatkan keuntungan maksimal. Karena itu tidak salah jika kita mengajak Italia untuk bekerjasama, duta besar pun menyambutnya dengan antusias," terang Bamsoet.

Menurut dia, sudah selayaknya Indonesia memiliki sirkuit F1, melengkapi pembangunan sirkuit Mandalika yang akan digunakan untuk Moto GP.

Terlebih lanjutnya, negara tetangga di skala ASEAN sudah memiliki sirkuit untuk balapan F1 misalnya Malaysia dengan Sirkuit Sepang, Singapura dengan Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, dan Viet Nahm dengan Sirkuit Jalanan Hanoi.

"Sebagai negara terbesar dari segi luas wilayah, jumlah penduduk, maupun kekuatan ekonomi, Indonesia sepatutnya sudah bisa membuat Sirkuit F1. Bali adalah pilihan terbaik," ujarnya.

Dengan kondisi sosial masyarakat yang mendukung kata Bamsoet, para pencinta F1 tidak akan keberatan datang ke Bali karena bisa menonton keseruan balapan, dan setelah itu menikmati berbagai destinasi wisata alam dan budaya di Pulau Dewata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini