Diego Maradona "Ada" di Burj Khalifa, Loh Kok Bisa?

Salsabila Jihan, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 406 2319980 meninggal-dunia-diego-maradona-ada-di-burj-khalifa-IPL3aH75t3.jpg Burj Khalifa. (Foto: Instagram @burjkhalifa)

BURJ Khalifa, Dubai memberikan penghormatan yang luar biasa kepada Diego Maradona, yang meninggal pada Rabu 25 November 2020 karena penyakit jantung. Bagaimana tidak, pemain hebat asal Argentina ini memiliki banyak penggemar di Uni Emirat Arab (UEA),

Ya, tak heran jika Diego Maradona dikagumi seluruh dunia, karena penampilannya yang memukau di lapangan bersama negaranya serta klub-klub besar di Eropa dan Amerika Selatan. Penghormatan Burj Khalifa terhadap Diego Maradona pun mengingat cintanya kepada mendiang.

Dilansir dari Republicworld, Burj Khalifa memberikan penghormatan lewat gemerlap gedung nan indah kepada Maradona pada Jumat 28 November 2020, setelah kematiannya di Buenos Aires di Argentina. Gedung tertinggi di dunia itu dihiasi dengan gambar Diego Maradona yang telah membawa negara itu menuju ke puncak Piala Dunia 1986.

Baca Juga: Heboh Petugas Kargo Aniaya Anjing, Pihak Bandara Sochi Minta Maaf

maradfona

Diego Maradona telah menikmati masa-masa yang baik di negara timur tengah. Dia melatih klub sepak bola, seperti Al Wasl dan Fujairah, yang keduanya berbasis di UEA. Maradona juga pernah menjadi duta olahraga kehormatan untuk Dubai.

Pemegang akun resmi Twitter Burj Khalifa memberikan penghormatan yang melimpah kepada mendiang pemain Argentina, berdoa untuk jiwanya yang telah meninggal.

Sekadar diketahui, sebelum kematiannya, Diego Maradona merasa tidak enak badan selama beberapa minggu terakhir. Ia dirawat di rumah sakit karena masalah psikologis pada November lalu.

Setelah tes medis secara ekstensif, terdiagnosis ada gumpalan di otaknya, dan ia langsung menjalankan operasi, lalu kembali ke rumah.

Tapi pemain Argentina itu tidak bisa selamat saat henti jantung tiba-tiba menyerangnya pada hari Rabu lalu. Namun pihaknya, Matias Morla, mempertanyakan keterlambatan tanggapan dari layanan ambulans dan menggambarkannya sebagai kebodohan.

Selain itu, pengacaranya, Angelo Pisani, juga mengklaim bahwa pemain Argentina itu bisa selamat seandainya dia berada di Napoli, Italia bukan di Argentina. Dia juga melontarkan tuduhan terhadap keluarganya yang mengklaim bahwa pria berusia 60 tahun itu meninggal karena kesepian, sementara putra bungsunya dilarikan ke rumah sakit setelah dinyatakan positif virus Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini