Share

Protokol CHSE Penting Dipatuhi demi Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Aman

Antara, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 406 2320036 protokol-chse-penting-dipatuhi-demi-wujudkan-pariwisata-berkualitas-dan-aman-4S3Tf6PV0M.JPG Penerapan protokol kesehatan di hotel (Foto: Shutterstock)

DINAS Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung, Bali mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak di berbagai belahan dunia. Pulau Dewata, yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata, termasuk daerah yang merasakan dampak yang sangat signifikan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, AA Putu Yuyun Hanura Enny pada kegiatan Gathering Kepariwisataan Implementasi Protokol CHSE di Nusa Dua mengatakan, pihaknya memandang diperlukan upaya dalam mengatasi hal tersebut, khususnya membangun dunia kepariwisataan di era pandemi Covid-19.

Salah satunya kata dia, dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali untuk bekerja sama dalam meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Nekat Panggang Steak di Pesawat, TikTokers Tuai Hujatan Netizen

"Apalagi dalam melakukan perjalanan wisata, masyarakat atau para wisatawan saat ini menginginkan suatu jaminan kepercayaan terkait tempat tersebut aman dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Yuyun.

Melalui kegiatan gathering pariwisata ini pihaknya berupaya membangun jalinan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder pelaku pariwisata, asosiasi, pengusaha pariwisata.

Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan strategis di bidang pariwisata, termasuk implementasi kepada masyarakat dan juga kepada pelaku pariwisata maupun para pemangku kepentingan yang telah memberikan dampak positif dan memberikan daya dukung yang kuat dari kebijakan pemerintah.

"Kami juga ingin menampung aspirasi masyarakat dan pelaku pariwisata yang nantinya digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan. Dengan begitu, maka kebijakan yang dibuat dapat memberikan dampak positif, tak hanya bagi pemerintah tetapi juga kepada asosiasi, masyarakat dan pelaku usaha pariwisata," terangnya.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Dewa Ngurah Bhayudewa menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan sebanyak enam kali di tiga kecamatan di wilayah kabupaten Badung yaitu, Kecamatan Kuta Selatan, Kecamatan Kuta serta Kecamatan Kuta Utara.

Di setiap pelaksanaannya, gathering diikuti oleh sebanyak 75 orang peserta dengan total keseluruhan peserta selama enam kali kegiatan berjumlah 450 orang dengan dana kegiatan yang bersumber dari dana APBD perubahan dari dana hibah pariwisata tahun 2020.

"Semoga kegiatan gathering kepariwisataan ini dapat bermanfaat dalam menyamakan persepsi, terkait mengimplementasikan protokol kesehatan CHSE untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan aman bagi wisatawan," ungkap Dewa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini